SEMENTARA ITU, di wilayah Sleman untuk menghindari kemacetan saat arus balik, pemudik bisa memanfaatkan jalur alternatif.

Kepala Bidang Transportasi Dishub Sleman Marjanto mengungkapkan, ada beberapa titik rawan kecelakaan di Sleman. Terutama jalan raya yang biasa digunakan sebagai jalur utama pemudik. Disebutkan, di Jalan Solo KM 16 Simpang Tiga TWC Prambanan-Breksi titik macet ada di pintu masuk dari Klaten, wisata candi, penumpukan arus lalin, dan dari atau menuju Tebing Breksi.

Lalu Jalan Solo Km 9 hingga Km 10 Simpang Tiga Maguwo dan Simpang Tiga Bandara diperkirakan terjadi kemacetan. Terutama terjadi pada persimpangan besar, pusat oleh-oleh, dan keluar masuk pintu bandara.

Kemacetan juga diperkirakan terjadi di depan Ambarrukmo Plaza. Kemacetan disebabkan karena di sekitarnya terdapat beberapa pusat perbelanjaan, pertokoan, perkantoran, dan hotel.

Kemacetan juga akan terjadi di flyover Jombor. Ada penyempitan jalur dari utara dan penumpukan arus. Sedangkan di Simpang Empat Denggung akan terjadi penumpukan arus lalu lintas. Kemudian di Simpang Empat Tempel akan ada penumpukan arus lalu lintas karena menjadi jalur utama pintu masuk dari Magelang.

Wilayah Sleman bagian tengah rawan macet di Simpang Empat Gejayan. Sekitar Pasar Gamping juga diprediksi macet karena ada pasar tumpah, bus berhenti, dan penumpukan arus.

”Selain rawan macet kami juga bersiaga pada jalur dan titik rawan kecelakaan. Yakni di Jalan Solo KM 13-14 Kalasan, Tebing Breksi, Simpang Empat Gejayan, Pasar Gamping, dan Jalan Magelang KM 15-17,” kata Marjanto.

Dia mengimbau pemudik melewati jalur alternatif agar tidak terjebak macet. Jalur alternatif dibagi tiga, Prambanan-Tempel (Prambanan-Proliman-Kalasan-Ngemplak-Besi-Pakem-Pulowatu-Turi-Sedogan-Tempel).

Kedua, jalur alternatif Prambanan-Jogja (Prambanan-Piyungan-Jalan Wonosari-Ringroad Timur-Jogja). Ketiga, jalur alternatif Jalan Wates-Tempel (Tempel-Balangan-Moyudan-Jalan Wates). (ita/iwa/ila/fn)