KULONPROGO – Sama dengan saat arus mudik, dalam menghadapi arus balik ini Polres Kulonprogo standby di tujuh pos pelayanan (Posyan). Sedikitnya 444 personel diterjunkan melakukan pengamanan di sepanjang jalur balik.

”Salah satu pos yang didirikan yakni check point terpadu. Ada di perbatasan DIJ-Jateng bersama Polres Purworejo, dan di Jalan Jogja-Wates KM 18 Sentolo,” kata Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution.

Tiga jalur alternatif disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan di jalur utama. Yakni jalur alternatif tengah (Simpang Tiga Toyan-Nagung-Panjatan-Borosot-Galur-Bantul). Jalur alternatif utara (Simpang Tiga Ngeplang-Sentolo-Nanggulan-Kalibawang-Muntilan). Jalur alternatif selatan (Temon-Glagah, Karangwuni-Galur-Bantul).

”Pos pantau juga didirikan di beberapa objek wisata yang biasa dikunjungi wisatawan saat libur lebaran. Dua di antaranya Pantai Glagah dan Kalibiru,” kata Anggara.

Operasi Ketupat Progo 2018 akan digelar 18 hari. Operasi tersebut untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik saat melintasi Kulonprogo yang dikenal sebagai titik jenuh atau titik lelah.

”Rambu-rambu imbauan dan rontek peringatan hati-hati di lokasi rawan kecelakaan akan dipasang. Pemudik diimbau jangan paksa diri jika lelah. Kalau ngantuk lebih baik istirahat dulu,” imbau Anggara.

Kasat Lantas Polres Kulonprogo AKP Maryanto mengatakan, untuk jalur Daendels di area pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) tetap akan dialihkan. Kendaraan dari barat dibelokkan ke utara masuk jalur utama, mulai Simpang Tiga Satradar Radar (Pasar Glaeng), Temon.

Dari arah timur kendaraan dialihkan ke utara menuju jalur utama mulai Perempatan Glagah menuju Pertigaan Demen. ”Portal bandara di Jalur Daendels diupayakan tetap ditutup. Pembukaan portal bersifat insidentil jika terjadi kemacetan di jalur utama,” ungkap Maryanto.

Berdasarkan pengalaman mudik tahun lalu, puncak arus mudik pada H-3. Lokasi rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang perlu diantisipasi Jalan Jogja-Wates KM 20 pukul 11.00-16.30. Lalu Jalan Wates-Purworejo KM 8 Sindutan (pukul 14.00-18.00) serta Karangwuni, Temon pukul 23.00-04.00.

”Tiga titik rawan laka ini menjadi konsentrasi kami. Kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi di titik temu jalur alternatif dengan jalur utama (Pertigaan Congot), Pertigaan Terminal Wates dan Perempatan Ngelo,” ujar Maryanto.
Sarana prasarana jalan di Kulonprogo telah diperbaiki. Yakni enam lokasi di jalur utama sudah selesai dikerjakan, Jalan Milir-Tugu Pensil dan Tikungan Ngramang, Pengasih.

Paling lambat 8 Juni 2018 pekerjaan harus tuntas. Jika belum, pekerjaan harus dihentikan dahulu dan peralatan disingkirkan dari median jalan agar tidak menganggu lalu lintas.

”Jalur mudik dan balik di Kulonprogo berjalan halus, lebar, dan lurus. Kami mengimbau pemudik waspada, jaga jarak aman dan istirahat jika ngantuk. Kendaraan berat selain truk BBM dan sembako tidak boleh melintas mulai H-14 sesuai Surat Edaran Dinas Perhubungan,” kata Maryanto. (tom/iwa/ila/fn)