Ikut Membantu Tugas Polisi, Bantu Kumpulkan Infak

Para praja muda karana (Pramuka) tetap bertugas saat libur Lebaran. Mereka turun ke masyarakat untuk kerja nyata memberikan yang terbaik.

IWAN NURWANTO, Jogja

PADA liburan Lebaran sebagian orang berkumpul dengan keluarga dan bersilaturahmi. Beda dengan para pramuka. Mereka tetap berkontribusi membantu masyarakat yang memerlukan.

Staf Administrasi pada Kwartir Cabang Kota Jogja Yuni Rusminiati tetap setia mengoordinir anak-anak muda penuh semangat terjun lapangan. Pada musim libur Lebaran mereka tetap memberikan kepedulian kepada masyarakat.

“Pramuka adalah sebagai wadah membentuk karakter generasi muda. Melatih kepedulian dan jiwa kepempimpinan,” ujar Yuni kepada Radar Jogja.

Menurut dia, menjadi pramuka adalah sebuah dedikasi. Tanpa paksaan dan tanpa imbalan harus tetap membantu pihak yang membutuhkan dengan ikhlas.

Dia mengajarkan pramuka tidak memandang apa agamanya, apa warna kulitnya dan bagaimana rupanya. ”Ketika seseorang membutuhkan bantuan, kami harus membantu,” ujar Yuni.

Pada Lebaran kali ini, banyak orang membutuhkan bantuan. Yuni mengatakan para anggota Pramuka nonmuslim ikut membantu mengumpulkan uang infak saat salat Idul Fitri.

Dia melihat toleransi antarumat beragama sangat terasa ketika momen itu terjadi. “Bangga rasanya menjadi Pramuka,” ujar Yuni.

Selain itu, menjadi pramuka harus siap terjun ke lapangan. Menghadapi panas dan kotor adalah sesuatu yang pasti dihadapi setiap hari. ‘’Pembentukan mental dan fisik generasi muda bisa melalui kegiatan pramuka,’’ ujar Yuni.

Kegiatan Pramuka selama Lebaran biasa disebut Karya Bakti Lebaran. Di antaranya mendirikan posko informasi di titik-titik pemudik seperti bandara, terminal dan stasiun.

Pramuka juga membantu Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penanganan korban. Mereka juga membantu menyeberangkan jalan warga, dan membantu kepolisian mengatur lalu lintas. Karya Bakti Lebaran Pramuka juga diwajibkan membantu seluruh pihak yang membutuhkan bantuan ujarnya

Meskipun bertugas di saat Lebaran keluarganya memakluminya. “Keluarga bisa mengerti tugas saya. Saat tugas sudah selesai, saya baru pulang untuk berkumpul dengan keluarga dan bersilaturahmi dengan tetangga dan kerabat,” ujar Yuni. (iwa/ong)