Satu lagi tetenger kehadiran umat muslim Indonesia di Thailand adalah adanya Indonesia Masdjid yang berlokasi di Soi Polo, Soi Sanamklys Distrik Lumpini, Bangkok.

Meski lokasi masjid berada di perkampungan namun bagi sopir taksi tidak kesulitan menemukannya asal alamatnya lengkap. ‘’Itu Masjid Indonesia,’’ tunjuk sopir taksi yang membawa penulis. Tapi, mobil tidak bisa masuk gang karena ukurannya kecil.

Dari jauh terlihat kubah masjid berlantai tiga itu. Penulis sempat celigak celinguk mencari takmir masjid. Lalu seorang jamaah menunjuk rumah tak jauh dari Masjid.

Setelah penulis mengucapkan salam..Assalamualaikum … Tak lama keluar seorang wanita setengah baya. Badannya tinggi langsing dengan hidung bangir. Dia lah Hj Hasnee bin Kamed takmir Masjid Indonesia. ‘’Saya bisa Bahasa Indonesia sedikit,’’ aku Hasnee. Dia pun lebih banyak menggunakan bahasa Inggris. ‘’Saya kuturunan Indonesia dari Jakarta. Tapi, Jakarta mana saya tidak tahu,’’ aku wanita keturunan Arab itu.

Dia lalu masuk rumah lalu berganti baju. Setelah itu mengajak penulis ini masuk masjid sambil menerangkan ini itu. Termasuk menunjukkan prasasti sejarah berdirinya masjid. Juga menunjukkan foto-foto kaum muslim Indonesia tahun 1949 yang mulai membangun masjid ini.

Dari prasasti diketahui Masjid Indonesia didirikan oleh rombongan muslim Indonesia yang tiba di Bangkok 1949.Bersama komunitas masayarakat muslim sekitarnya dari berbagai negara serta jamaah Masjid Jawa, akhirnya mereka sepakat menamakan Indonesia Mosque atau Masjid Indonesia.

Masjid lalu direnovasi menjadi tiga lantai hasil sumbangan pemerintah Arab Saudi itu mulai 2003 hingga selesai 2005. ‘’Ya, bentuknya seperti sekarang ini,’’ ujar Hasnee.

Jejak Presiden Soekarno dan Soeharto terekam dalam masjid ini. Saat Jasnee masih kecil, rombongan Presiden Soekarno pernah datang ke masjid ini lalu menyumbang sebuah jam antik. ‘’Tapi, saat ini jam antik tadi tidak ada bekasnya. Hilang,’’ tutur Hasnee.

Tak kalah dengan Soekarno, Presiden Soeharto juga menyumbangkan sebuah jam duduk dan masih berfungsi sampai sekarang di letakan di lantai dua masjid. Di jam tertulis ‘’kenang-kenangan dari Presiden Soeharto kepada masyarakat Indonesia di Thailand. 20 Maret 1970. (Bahari/bersambung)