JOGJA – Arus mudik terpantau mulai memadati wilayah Jogjakarta. Jumlah ini meningkat secara signifikan baik untuk jalur darat maupun udara. Setidaknya memasuki H-5 lonjakan penumpang mulai terdeteksi di Bandara Adisutjipto, Terminal Giwangan, serta Stasiun Kereta Api Tugu dan Lempuyangan.
Berdasarkan data Posko Terpadu Monitoring Angkutan Lebaran Bandara Adisutjipto 2018 lonjakan terjadi sejak Jumat (8/6). Data terbaru hingga per 9 Juni menyebutkan 281 penerbangan kedatangan. Sementara untuk keberangkatan mencapai 280 penerbangan. “Ada peningkatan 12 persen dibandingkan tahun lalu. Imbasnya tentu ke jumlah penumpang baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Jumlah ini akumulasi sejak diberlakukan sejak masa mudik Lebaran,” jelas Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adisutjipto Liza Anindya Rahmadiana, kemarin (10/6).

Liza menuturkan transportasi udara terus mengalami peningkatan. Terbukti dengan lonjakan penumpang setiap tahunnya. Hingga kemarin lonjakan penumpang untuk kedatangan mencapai 29,36 persen dibandingkan tahun lalu.

Jumlah itu berbanding terbalik dengan keberangkatan, hanya tercatat 7,07 persen. Hitungan angka, tercatat ada 42. 309 penumpang datang melalui Bandara Adisutijipto. Sementara untuk keberangkan tercatat 35.269 penumpang. “Peningkatan didukung dengan adanya jadwal penerbangan tambahan atau eksrta flight oleh beberapa maskapai. Di luar jumlah penerbangan regular ada masing-masing 10 penerbangan ekstra flight baik untuk kedatangan maupun keberangkatan,” ujarnya.

Peningkatan juga tercatat di sejumlah Stasiun Tugu Jogjakarta. Humas Manager PT KAI DAOP VI Jogjakarta Eko Budiyanto mengungkapan lonjakan penumpang kisaran 150 hingga 180 persen. Peningkatan ini terdeteksi mulai dari kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif.

Tercatat kumulatif untuk KA utama hingga kemarin pagi (10/6) mencapai 58.802 penumpang. Sementara untuk komulatif penumpang KA lokal mencapai 46.416 penumpang. Sehingga jika ditotal ada 105. 218 penumpang tercatat sejak 5 Juni hingga 10 Juni. “Masih ada kemungkinan mengalami peningkatan lagi. Apalagi masa mudik kali ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi tersebar di beberapa hari atau merata,” jelasnya.

Penasihat Paguyuban Agen dan Perwakilan Bisa Malam (Pabima) Jombor Sony Kurniawan mengungkapan peningkatan terjadi sejak H-7. Terpantau khususnya di terminal Jombor Sleman, pemudik didominasi angkutan dari Pulau Sumatera. “Mereka berasal dari Jambi, Lampung, dan Palembang. Mungkin karena hari libur cukup panjang sehingga perantau luar pulau juga pulang kampung. Peningkatan ada kisaran 70 persen, kalau hari biasa bisa 800 sampai 900 penumpang,” katanya.

Terkait arus balik sejumlah agen telah menerima pesanan tiket. Setidaknya sejumlah tiket tujuan Jabodetabek bisa dipesan sejak beberapa hari lalu. Hal ini biasa terjadi untuk mengantisipasi kelangkaan tiket arus balik.

Untuk menampung lonjakan penumpang setidaknya perusahaan otobus menyiagakan 70 hingga 75 bus. Jumlah ini masih ditambah dengan unit cadangan sebanyak 12 unit. Setiap satu unit bus rata-rata mampu memuat maksimal 38 penumpang. “Saat ini jumlah penumpang masih tertampung dengan unit regular. Namun tidak menutup kemungkinan unit cadangan akan dioperasikan jika permintaan meningkat,” ujarnya. (dwi/din/ong)