JOGJA- Rajin bersedekah atau memberikan santunan untuk meringankan beban orang lain, ternyata dapat memberikan rasa positif dan kebahagiaan tersendiri. Ketimbang kita hanya peduli kepada diri kita sendiri. Tetapi tentu saja harus dengan hati yang tulus dan ikhlas.

“Melalui sedekah dan berbagi dengan yang lain, kita tidak akan jatuh miskin. Justru sebaliknya bertambah kaya dan sukses,’’ kata Yogyakarta Charity Community (YCC) Tutiana dalam acara Bukber Bareng bersama 200 anak Panti Asuhan dan Pondok Pesantren, di Ballroom Hotel Grand Mercure, Rabu (6/6). Tema bukber tahun ini adalah “Dalam Syukur Kita Bersedekah.”

Tutiana mengingatkan, sedekah adalah wujud rasa syukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diterima. Aksi kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan sesama kali ini mengundang dari delapan panti asuhan dan pondok pesantren yang ada di DIJ. “Kami rutin menyelenggarakan acara seperti ini setiap Ramadan. Di samping agenda rutin baksos setiap dua bulan sekali,” tutur Tutiana.

Kepada anak-anak panti asuhan, Tutiana berpesan agar selalu rajin belajar dan tekun beribadah. Selain itu jangan pernah putus asa dalam menggapai cita-cita, senantiasa semangat dan optimistis dalam menatap masa depan. Dalam kesempatan tersebut diberikan donasi kepada panti asuhan dan pondok pesantren. Tidak lupa pula diberikan goodie bag dan santunan bagi anak-anak dari Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Muhasholah, An Sharullah, Al Ghuroba, Al Kahfi, Nahdhotul Ulum, Al Anwar, Nurul Ulum, dan Bintan Saadilah Ar Rosyid. “Melalui momentum Ramadan kali ini, kami berharap dapat mengembalikan keceriaan dan kebahagiaan kepada anak-anak. Mereka membutuhkan kasih sayang dan uluran tangan dari kita yang diberikan kelebihan dan kelonggaran rezeki oleh Allah SWT,” ujar Tutiana.

Rangkaian acara bukber sendiri dikemas secara santai dengan tujuan untuk menghibur dan menyenangkan anak-anak. Diisi dengan pengajian dan salawat, hadroh, dan dilanjutkan dengan dongeng kisah Islami dari Kak Mansur. Kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan Salat Maghrib berjamaah.

YCC terbentuk sejak 2013, seiring dengan pemahaman dan semangat yang sama dan jiwa sosial yang kuat dari masing-masing anggotanya, komunitas yang awalnya adalah kelompok arisan ini bertransformasi menjadi sebuah komunitas yang kemudian fokus kepada kegiatan yang bersifat sosial keagamaan. “Arisan tujuannya agar kita mudah untuk mengumpulkan anggota YCC, hanya sebagai pengikat komunitas saja, tapi intinya adalah kegiatan sosialnya,” urai Tutiana.

Tutiana menegaskan, berbagi itu wajib hukumnya bukan lagi sunnah. YCC Moms yang jiwa sosialnya kurang otomatis akan mundur dan terseleksi dengan sendirinya. Bagi mereka yang berminat menjadi YCC Moms syaratnya sangat mudah. Yang berminat mengikuti kegiatan sosialnya saja juga diperbolehkan, tanpa harus aktif dalam kegiatan arisannya. “Yang penting dia harus muslimah, berjilbab, dan memiliki jiwa sosial,” jelasnya. (sce/din)