KULONPROGO – Warga rela antre panjang dan berpanas-panasan demi mendapatkan uang pecahan baru Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu yang disediakan Bank Indonesia (BI). Menukarkan uang di BI jauh lebih aman dibanding tukar di jalanan.

“Kalau menukar uang di jalanan rawan kejahatan. Uangnya asli atau palsu kadang juga masih ragu, kalau di sini pasti asli karena langsung dari BI,” kata Budi Prasetyo, warga Nanggulan usai menukarkan uang di halaman Pekab Kulonprogo Rabu (6/6).

Menurut dia, apa yang telah dilakukan BI cukup membantu masyarakat. Kendati harus mengantre hal itu tidak menjadikan warga urung menukarkan uang. “Antrenya lumayan pegel,” kelakar Budi.

Setiap warga dibatasi menukarkan uang maksimal Rp 3,7 juta dalam bentuk satu paket. Satu paket terdiri dari pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu.

“Nanti dibagi-bagi sama anak-anak dan ponakan. Satu paket itu pecahannya harus lengkap, kalau misal mau milih pecahan Rp 10 ribu saja ya maksimal Rp 1 juta,” jelasnya.

Sri Wijiastuti, pegawai Dinas Kesehatan Kulonprogo mengungkapkan dia memilih menukarkan uang di bank keliling karena aman. “Selain aman, tidak kepotong 10 persen seperti menukar di jalanan,” ungkap Sri.

Kasir BI Slamet Widayanto menyatakan, pelayanan diberikan untuk umum. Boleh menukar uang kecil, uang rusak, cacat atau uang yang telah dicabut dari peredaran.

“Sebelumnya kami memberikan pelayanan di pasar. Kali ini di instansi pemerintahan,” ucap Slamet. (tom/iwa/fn)