PELAYANAN di Kota Jogja mulai hari ini (7/6) akan semudah membeli makanan. Hanya dengan gawai, warga Kota Jogja bisa mengakses 22 modul pelayanan. Itu sudah mencakup semua pelayanan dari kelurahan sampai tingkat dinas. Kemudahan itu ditawarkan aplikasi bernama Jogja Service Smart (JJS).

Wali Kota Haryadi Suyuti mengatakan, beragam kemudahan yang terbenam dalam aplikasi JSS bukan abal-abal. JSS bukan pula sekadar aplikasi yang menghubungkan tautan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Ini benar-benar aplikasi. Mau laporan kebakaran, misalnya, cukup di-upload di sini, ada deteksi google maps, langsung Dinas Kebakaran yang turun,” tandas HS, sapaan akrabnya, beberapa waktu lalu.

Keberadaan JSS ini, kata HS, merupakan bentuk dari keinginan kuat Pemkot Jogja untuk terus memperbaiki pelayanan. Juga, mengikuti perkembangan teknologi. “Kalau sebelumnya ada UPIK (Unit Pengaduan, Informasi, dan Keluhan) dengan SMS, sekarang tinggal ngetik di form aplikasi ini. Cukup data internet,” katanya.

Ia menambahkan, JSS juga memberikan pelayanan dasar bagi warga. Seperti pengurusan pencatatan sipil. Sekarang warga tak perlu lagi harus mendatangi satu per satu instansi, dari kelurahan, ke kecamatan, kemudian ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Tapi, dengan JSS formulir online itu yang berjalan sendiri. Dari mulai kelurahan, kecamatan, sampai dengan Disdukcapil.

“Seperti pesan antar. Nanti tinggal menunggu notifikasi bahwa surat yang sedang diurus tersebut sudah selesai. Tinggal ambil ke kelurahan,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi memastikan aplikasi pelayanan untuk masyarakat bernama JSS tersebut belum ada daerah lain yang memiliki. Saat ini, daerah lain masih sebatas aplikasi penghubung ke link.

“Saya juga sempat kaget. Ini benar-benar bisa atau nggak? Jangan-jangan hanya aplikasi abal-abal,” kelakarnya.

Tapi, lanjut Heroe, begitu men-download aplikasi tersebut dan melihat ke OPD terkait, ternyata aplikasi ini langsung terhubung. Aplikasi JSS ini seperti halnya aplikasi ojek online. Ada dua pengguna aktif. Yaitu, konsumen atau masyarakat dan pengojek atau pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Jogja Tri Hastono menjelaskan, aplikasi JSS tersebut memiliki pelayanan untuk hal dasar sampai dengan perizinan. Seperti izin untuk UMKM, bakal lebih mudah dengan JSS.

“Dari mulai kedaruratan seperti kebakaran, ketertiban, pengaduan, data dan informasi, semuanya lengkap. Awal aplikasi ini masih 22 pelayanan. Ke depan akan kami kembangkan untuk bisa bertambah,” tandasnya.

Untuk bidang pelayanan yang berada di layanan satu atap, kata Kelik, sapaannya, saat ini masih dikembangkan bentuk dari proses pelayanannya. Karena, berbagai pelayanan di Dinas Perizinan dan Penanaman Modal tersebut menggunakan syarat berkas.

“Proses verifikasi surat-surat tersebut yang saat ini masih kami kaji untuk dirumuskan,” tandasnya. (adv)