GUNUNGKIDUL – Setiap tahun, menyemarakkan Ramadan, siswa-siswa sekolah di Gunungkidul mengikuti pesantren kilat. Tujuannya untuk mendalami ilmu agama.Salah satu lokasi yang dijadikan tempat adalah Ponpes Al Hikmah, Karangmojo. “Kegiatan pesantren kilat dilaksanakan selama tiga hari, dan menginap,” kata Pimpinan Ponpes Al Hikmah KH Harun Al Rasyid Selasa (5/6).

Dikatakannya, kali ini peserta pesantren kilat berasal dari SMP N 2 Wonosari. Pihaknya bersyukur pada Ramadan ini lembaga pendidikan formal negeri mempercayakan muridnya untuk mengikuti pesantren kilat. “Harapannya nanti akan mampu memberikan manfaat, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” ujarnya.

Permintaan untuk menjadi lokasi pesantren kilat sebenarnya sudah datang sejak beberapa tahun lalu. Akan tetapi pihaknya terpaksa menolak karena dari sarana dan prasarana belum mendukung. “Alhamdulillah sekarang bisa terlaksana,” ucapnya.

Pemateri pesantren kilat menghadirkan sejumlah ustad. Mulai dari KH Harun Al Rasyid, Ustadz Syaiful, Ustadz Hanung Hisbullah Hamda, Ustadz Ahmad Suyanto, Ustadz Waseno Al Fikri, Ustazah Munjirah Nuastika Damai, Ustad Sabrur Rohim, dan Ustad Ahmad Miyanto. “Jadi, selama mondok kami perkuat ilmu keagamaan dengan memperbanyak alaman serta melaksanakan salat tepat waktu,” terangnya.

Tidak hanya itu, anak-anak juga diajari cara bersosialisasi dan upaya mengantisipasi dampak negatif dari berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Diakui, perkembangan tekhnologi dibarengi dengan dampak negatif.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid mempersilakan sekolah untuk membuat program pesantren kilat. Diharapkan pesantren kilat bisa membuat mental anak didik menjadi lebih baik dengan pendidikan agama. “Tujuan utamanya tentu agar siswanya lebih banyak melakukan aktivitas bermanfaat,” kata Bahron Rasyid. (gun/fn)