PURWOREJO – Pemkab Purworejo tampaknya masih memiliki banyak pekerjaan rumah terkait beroperasinya Pasar Baledono. Tidak sedikit keluhan muncul dari pedagang yang dipicu belum maksimalnya penataan yang dilakukan.

Sebelumnya, beberapa pedagang bumbu dapur telah menyampaikan keluhan tentang sepinya pasar. Kali ini yang mengeluhkan adalah pedagang daging ayam yang berada di dalam pasar. Masih banyak pedagang yang sebagian besar pedagang baru dan memanfaatkan trotoar maupun badan jalan di depan pasar serta di sekitar Plaza. Keberadaan mereka dinilai melemahkan tingkat penjualan pedagang di dalam.

Jika kondisi ini terus dibiarkan ditakutkan, pedagang dalam akan jatuh tingkat penjualannya karena dicegat pedagang luar. Semestinya ada reaksi keras dari petugas terkait, sehingga pedagang resmi tidak
dirugikan.

“Dari kasak-kusuk pedagang ayam, mereka sangat berharap ketegasan pemkab. Bukan berarti kamia tidak suka mereka mencari rejeki, tapi ini demi kebaikan bersama,” kata penjual minum di dekat los ayam, Sri Jumiyati, Rabu (6/6).

Diungkapkan, saat bupati bersama Forkompimda melakukan pantuan ketersediaan barang menjelang puasa, pedagang menyampaikan keluhan tentang hal itu. Dan bupati mengatakan pedagang ayam di luar pasar akan ditertibkan.

“Tapi mana nyatanya, sampai puasa mau habis mereka tetap di jalan, baik di Baledono maupun Plaza,” katanya. Ditambahkan, akibat ketidaktegasan pemkab ini banyak pedagang resmi yang memilih keluar dari dalam dan berdagang di pinggir jalan.

Hal ini menjadi pilihan agar dagangannya tetap laku. “Di awal masuk memang semua pedagang resmi masuk. Tapi karena lakunya sulit, mereka memilih kembali ke jalan,” tandasnya.

Koordinator pedagang Pasar Baledono Gatot membenarkan, keberadaan pedagang yang masih ada di luar Baledono menjadi salah satu agenda usulannya ke pemkab. Pihaknya akan mengomunikasikan hal itu ke pemkab, sehingga segera ada titik temu atau ketegasan dari pemkab terkait pedagang di pinggir jalan. (udi/laz/fn)