ANGKUTAN LEBARAN: Petugas keamanan stasiun memeriksa barang bawaan calon penumpang kereta menggunakan metal detector, Selasa (5/6).(FOTO: GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

JOGJA – Bukan hanya pintu perlintasan tanpa palang pintu yang menjadi fokus perhatian PT KAI Daop 6 Jogjakarta dalam menyambut Lebaran 2018. Kemungkinan terjadi kasus penyelundupan barang terlarang juga menjadi sorotan.

EVP PT KAI DAOP 6 Jogjakarta Eko Purwanto tak mau kecolongan. Untuk itu disiapkan 12 personel sebagai upaya antisipasi penyelundupan barang ilegal di gerbong-gerbong barang maupun penumpang. Personel yang ditempatkan khusus mengendus barang terlarang mulai disiagakan pada H-9 Lebaran. “Semoga jika ada barang terlarang yang diselundupkan bisa terdeteksi. Misalnya, narkoba,” ujar Eko di sela gelar pasukan PT KAI Daop 6 di Stasiun Tugu Selasa (5/6).

ANGKUTAN LEBARAN: Calon penumpang mengantre masuk gerbong kereta api di Stasiun Tugu Jogja Selasa (5/6). (FOTO: GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

Eko mengatakan, pengamanan stasiun akan dimaksimalkan demi kenyamanan pemudik. Sejauh ini, Eko memastikan, seluruh perlintasan yang bakal dilalui kereta api Lebaran dalam kondisi siap. Demikian pula lokomotif penarik gerbong. “Kami gandeng Polri dan TNI untuk menciptakan suasana kondusif selama arus mudik maupun balik,” katanya. Selain Polsuska, PT KAI menambah 134 personel Polri dan 38 TNI.

Sementara antisipasi keamanan perlintasan kereta dilakukan dengan menambah 34 personel di titik-titik rawan kecelakaan. Terutama di titik perlintasan yang berbatasan langsung dengan jalan raya.
Ada 17 titik rawan, di antaranya, wilayah Jenar, Solo, dan Gemolong.
Eko mewanti-wanti para pengendara kendaraan bermotor untuk bersabar saat ada kereta melintas. “Dahulukan perjalanan kereta. Sabar karena aka nada penambahan frekuensi perjalanan kereta selama masa Lebaran,” jelasnya.

Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto memperkirakan, puncak kepadatan pemudik pada 13-18 Juni. Menurutnya, jumlah pemudik 2018 berpotensi lebih banyak dibanding saat Lebaran tahun lalu. “Tahun ini diperkirakan mencapai 615.719 penumpang. Meningkat dari tahun lalu yang tercatat 601.605 penumpang,” ucapnya.
Daop 6 menyediakan tujuh kereta tambahan selama arus mudik. Bagi penumpang kereta jarak jauh disediakan sahur dan buka gratis. Fasilitas lain yang disediakan bagi penumpang kereta api adalah angkutan sepeda motor gratis yang dapat diakses di Stasiun Lempuyangan, Klaten, dan Purwosari. Hal ini sebagai bentuk dukungan bagi pemerintah untuk mencegah pemudik mengendarai sepeda motor. (har/yog/mg1)