BERPRESTASI: Falihah Alya Pusparini (dua dari kiri) diapit ayah, adik dan ibunya usai wisuda di SDN Ungaran, Kotabaru, Jogja.(FOTO: HERU PRATOMO/RADAR JOGJA)

RAUT kegembiraan tidak bisa ditutupi dari wajah Alya, sapaan Falihah Alya Pusparini, ketika diwisuda di SD Ungaran, Kotabaru, Jogja Selasa (5/6). Bukan saja karena dia telah merampungkan jenjang pendidikan SD. Alya juga mendapat predikat peraih nilai USBN SD tertinggi se-DIJ.
Alya hampir meraih nilai sempurna 300 dari tiga mata pelajaran yang diujikan. Untuk Matematika dan IPA, bocah asal Sleman itu mendapat nilai 100, sedangkan Bahasa Indonesia 96,5. Total nilainya 296,5. “Kaget, nggak menyangka nilainya segitu,” ujar Alya ketika ditanya perasaannya menjadi peraih nilai tertinggi USBN SD di DIJ.
Wajar jika Alya sangat takjub dengan prestasinya sendiri. Sebab, dia mengaku tak setiap hari belajar. Siswi berusia 11 tahun itu bahkan masih sempat bermain dan salat berjamaah di masjid dekat rumahnya.

Sama dengan bocah seumurannya, Alya juga masih senang bermain bareng teman-teman sebayanya. Hanya, kesempatan bermain itu dimanfaatkannya untuk belajar bersama. “Kalau jenuh belajar, main sama teman. Kalau bareng teman malah kadang belajar kelompok,” ujar Alya yang bercita-cita menjadi dokter.
Jadwal sekolah Alya memang cukup padat. Seabrek kegiatan bimbingan belajar menunggunya sepulang sekolah. Sepulang sekolah dia lanjut bimbingan belajar hingga pukul 21.00. Rutinitas belajar dilanjutkan seusai salat Tahajud dan Subuh hingga pukul 05.30. Alya menyebut, saat belajar di rumah dia selalu mengulang pelajaran yang diberikan guru di sekolah. “Kalau pas di rumah sering ditanya soal-soal sama ayah,” ungkap Alya sambil melihat ayahnya, Suprapto.

Suprapto yang merupakan dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengaku tak pernah memaksa putrinya untuk terus belajar. Dia menyadari, usia mereka masih butuh waktu bersosialisasi dengan teman-temannya. Tapi Suprapto akan marah jika putrinya alpa tidak menunaikan salat. “Kalau tidak salat baru saya marahi, kalau tidak belajar mungkin anaknya capai,” ujarnya.Yang diinginkan Alya memang tidak sekedar pintar dengan nilai baik, tapi juga sikap baik dan karakter. Karena itu Suprapto mendukung putrinya yang ingin melanjutkan pendidikan di SMPN 5 Jogja. “Terserah Alya mau jadi apa, yang penting bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.(yog/mg1)