AMAN DI JALAN: Sebuah Bus melintas di Jalan Wates, Kulonprogo yang di setiap sisinya telah dipasang rontek bertuliskan peringatan keselamatan berlalu-lintas.(FOTO: HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)

KULONPROGO-Menyambut arus mudik Lebaran 2018 jalur selatan Kulonprogo sejauh 25 kilometer di wilayah Kulonprogo dipastikan dalam kondisi prima. Kepala Bidang Angkutan dan Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo Hera Suwanto menyatakan, hampir 90 persen permukaaan jalur tersebut mulus dan nyaman untuk dilalui kendaraan.
Bidang jalan selebar 12 meter. Di sebelah barat berbatasan dengan Purworejo, Jawa Tengah (Jateng). Sementara di sebelah timur dihubungkan Jembatan Bantar Sungai Progo di Kecamatan Sentolo. Jalan terbagi dalam dua lajur. Dua jalur cepat dan dua jalur lambat.
“Tidak hanya kondisi jalan yang mulus, stasiun pengisian bahan bakar juga tersebar cukup banyak dan memudahkan para pemudik ketika kehabisan bahan bakar,” ujarnya Selasa (5/6).

Di jalur selatan, lanjut Hera, juga tersedia banyak rest area representatif. Meskipun tak banyak hotel atau penginapan di pinggir jalur tersebut. Hotel King di Wates merupakan satu-satunya hotel di pinggir jalan tersebut.
Dari arah barat, setelah masuk gerbang perbatasan Jateng-DIJ, pemudik bisa mengakses SPBU Sindutan di Kecamatan Temon. Lanjut ke timur, SPBU dengan mudah bisa ditemukan di wilayah Demen, Glagah, Sogan, Wates, Ngramang, Pengasih, Sukoreno Sentolo, Ngeplang, dan Sentolo.
Di wilayah Sogan, tepatnya di Jalan Wates-Purworejo KM 6 Kulwaru, ada jembatan timbang yang biasanya difungsikan sebagai rest area selama musim Lebaran. Masuk Kota Wates, pemudik bisa beristirahat di area Masjid Agung Wates. Jika sampai Sentolo bisa parkir di Pasar Sentolo Baru.
Sementara untuk mengurai kepadan kendaraan pemudik, petugas Dishub telah memasang ribuan rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.

(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

Selain LPJU, alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) yang ada di tujuh persimpangan jalan nasional wilayah Kulonprogo dipastikan berfungsi normal. “Kami masih akan menambah dengan rambu-rambu portabel untuk lebih memudahkan pemudik saat melintasi Kulonprogo,” katanya.
Adapun kelengkapan lain yang telah terpasang diantaranya cermin tikung sebanyak 10 buah, god rel sepanjang 3.284 meter yang dipasang di beberapa tikungan tajam. “Jumlah god ril juga akan ditambah sepanjang 300 meter, khususnya di objek wisata pegunungan yang banyak terdapat jurang,” jelas Hera.

Untuk mencegah kemacetan lalu lintas di persimpangan traffic light, Dishub memberlakukan sistem belok kiri jalan terus. Di antaranya, di Simpang Tiga Toyan. Berlaku bagi kendaraan dari arah barat menuju Jogjakarta. Lalu di simpang tiga depan Terminal Wates untuk kendaraan dari arah timur (Jogjakarta). Kemudian di Simpang Tiga Milir untuk kendaraan dari barat menuju Jogjakarta. Selanjutnya di Simpang Tiga Ngeplang, Sentolo, untuk kendaraan dari arah barat menuju Jembatan Layang Ngelo tujuan Nanggulan.
Sementara itu, Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution mengatakan, pengamanan Lebaran digiatkan lewat Operasi Ketupat Progo 2018 yang akan digelar selama 18 hari. Jalur mudik Kulonprogo yang juga dikenal sebagai titik jenuh pemudik menjadi fokus utamanya. Titik jenuh merupakan area rawan kecelakaan. Terlebih Kulonprogo merupakan pintu masuk DIJ dari arah barat.”Kami imbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri jika lelah. Kalau mengantuk lebih baik beristirahat terlebih dahulu,” tuturnya.

Kasat Lantas Polres Kulonprogo AKP Maryanto menambahkan, jalur rawan kecelakaan terbentang di Jalan Jogja – Wates KM 20 pada pukul 11.00 – 16.30 dan Jalan Wates – Purworejo KM 8 Sindutan pukul 14.00 – 18.00, serta di Karangwuni, Temon pada pukul 23.00 – 04.00.(tom/yog/mg1)