Sudarmanto (FOTO: MEITIKA LANTIVA/RADAR JOGJA)

Desa Seloharjo merupakan satu di antara tiga desa di Kecamatan Pundong. Bertetangga dengan Desa Panjangrejo dan Srihardono. Desa ini terdiri atas 16 pedukuhan. Yakni Pedukuhan Nambangan, Pentung, Darmojurang, Boboktempel dan Pedukuhan Geger.
Lalu Pedukuhan Soka, Karangasem, Ngentak, Biro, Kalipakem dan Pedukuhan Blali. Selanjutnya Pedukuhan Ngreco, Poyahan, Jelapan dan Pedukuhan Kalinampu. Desa Seloharjo dipilih menjadi inisiasi Desa Prima 2018 karena perempuannya dinilai mempunyai semangat berwirausaha yang tinggi.
Namun demikian, angka kemiskinan di Seloharjo masih lumayan tinggi. Itulah yang mendorong BPPM DIY meluncurkan kegiatan inisiasi, pelatihan dan pendampingan Desa Prima Seloharjo.

Ekonomi Keluarga: Kepala Sub Bidang Pengembangan Kelembagaan Organisasi Perempuan BPPM DIY Endah Wahyuni ikut memberikan materi. (FOTO: MEITIKA LANTIVA/RADAR JOGJA)

Menanggapi itu, Kepala Seksi Pelayanan Pemerintah Desa Seloharjo Sudarmanto berharap inisiasi Desa Prima itu dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warganya. “Kami ingin pelatihan dan pendampingan itu berkelanjutan,” harapnya.
Setelah pendampingan itu, 25 anggota Desa Prima Seloharjo berhasil membentuk kepengurusan. Strukturnya terdiri ketua Rini Setyowati, wakil ketua Sri Sartini, sekretaris I Maryani dan sekretaris II Suyati. Bendahara I Suryani, bendahara II Sri Yulianti, humas Suyanti dan seksi pelatihan Ngatinah.
Konsentrasi yang dikembangkan adalah usaha makanan olahan dan penganan ringan. Di antaranya rempeyek, geplak, bakpia dan aneka boga lainnya. Ada juga yang membuka warung makan. (cr6/kus/mg1)