PATUT DICONTOH: Syaira (jilbab pink) dan Putri merapikan sandal dan sepatu jamaah di masjid Pangeran Diponegoro Balai Kota Jogja (FOTO: HERU PRATOMO/RADAR JOGJA)

JOGJA-Seusai Salat Tarawih di Masjid Pangeran Diponegoro Kompleks Balai Kota Jogja, para jamaah tak kesulitan mencari sandal atau sepatu. Itu karena sudah tertata rapi begitu salat selesai. Semua karena jasa Syaira Ramadani dan Ariyani Wahyu Saputri. Apa yang mereka lakukan ?

“Put ini sandalnya kok bisa bolong di tengah ya, hahaha,” ujar Syaira kepada Putri, mengomentari sandal jepit yang bolong di bagian depannya. Sambil bercengkerama dengan riang dua bocah perempuan itu sedang mencari pasangan sandal jepit tersebut.
“Yang ini kok warnanya sama, tapi ukurannya beda ya,” ujar Syaira lagi pada Putri yang memberikan sandal jepit bagian kiri. Ya, Syaira dan Putri Senin malam (4/6) memang sengaja datang ke Masjid Pangeran Diponegoro untuk merapikan sandal dan sepatu jamaah salat Tarawih.

(FOTO: HERU PRATOMO/RADAR JOGJA)

Tidak ada yang menyuruh mereka melakukan hal itu. Tetapi hanya sebagai kegiatan mengisi waktu setelah selesai salat Tarawih anak-anak dan menunggu orang tuanya yang masih salat di dalam masjid. “Dari pada hanya main-main,” ujar Putri.
Karena salat Tarawih untuk anak-anak selesai lebih cepat, kedua bocah perempuan asal Miliran Umbulharjo itu menunggu orang tuanya di luar masjid. Saat itulah mereka berinisiatif untuk merapikan sandal dan sepatu jamaah salat Tarawih. Meski memang tidak setiap hari mereka lakukan. “Awalnya ada ustadzah yang merapikan, hanya bantu-bantu saja. Sekarang sambil nunggu (orang tua, Red) ya dirapikan,” ujar Syaira.

Syaira yang merupakan siswi kelas 4 SD Demangan dan Putri yang kelas 2 SD Juara Baciro Jogja itu mengaku kegiatan merapikan sandal dan sepatu tersebut bukan hal yang mudah. Terlebih biasanya jamaah yang datang buru-buru sandalnya bisa terbuang berjauhan. “Paling susah menyamakan sandal, kalau tidak dari merk ya ukurannya,” jelas Putri.
Untuk merapikan ratusan pasang sandal dan sepatu jamaah di masjid yang terletak di pintu keluar kompleks Balai Kota Jogja itu, keduanya tidak butuh waktu lama. Biasanya keduanya mulai merapikan setelah salat Tarawih dimulai dan sebelum salat selesai, semua sandal dan sepatu sudah rapi ditata.

Keduanya juga mengaku tidak risih atau merasa jijik harus merapikan sandal dan sepatu jamaah tersebut. Aktivitas mereka juga bukan untuk mencari uang. Ketika ditanyakan kenapa keduanya mau melakukan? Mendapat pahala menjadi jawaban keduanya. Tapi di samping mendapatkan pahala Putri juga menjawabnya, “Bisa lihat sandal dan sepatu terbaru. Bisa minta dibeliin saat Lebaran nanti,” ujarnya polos.(din/mg1)