MEMBENTUK JATI DIRI ANAK: Seorang anak kecil dengan lancar berjalan dengan egrang saat Festival Dolanan Anak dan Kuliner Tradisional di Padepokan Ilmu Giri, Selasa (5/6). (FOTO: MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)

BANTUL – Suasana Padepokan Ilmu Giri Selasa (5/6) sore meriah. Puluhan anak yang terbagi dalam beberapa kelompok tampak asyik memeragakan beragam jenis permainan tradisional. Mulai egrang, gobak sodor, lompat tali, gangsing, hingga boi-boian.
Pengasuh Padepokan Ilmu Giri Nashruddin Anshoriy mengungkapkan, Festival Dolanan Anak dan Kuliner Tradisional yang digelar di padepokannya sebagai salah satu upaya menghidupkan kembali permainan tradisional. Sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya permainan tradisional sebagai akar budaya dalam pembentukan jati diri anak.
“Ironisnya permainan tradisional sekarang hampir mengalami kepunahan,” jelas Gus Nas, sapaannya di sela Festival Dolanan Anak dan Kuliner Tradisional.

Seperti dolanan anak, festival kuliner juga tak kalah meriah. Tujuh rumah tangga di sekitar padepokan, persisnya di Dusun Nogosari, Selopamioro, Imogiri kompak menyuguhkan beragam penganan kuliner khas dan jajanan tradisional.
Menurutnya, festival ini untuk memperingati tiga momen sekaligus. Yaitu, peringatan hari lingkungan hidup se-dunia, malam Lailatul Qadar, dan restorasi permainan tradisional anak. (cr6/zam/mg1)