PEDULI: Wali Kota Sigit Widyonindito memberikan langsung bingkisan dari DWP kepada para lansia di Kota Magelang, Selasa. (FOTO: FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA)

MAGELANG – Indahnya berbagi dengan sesama dikembangkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Magelang. Mereka membagikan bingkisan Lebaran kepada perwakilan lansia, guru honorer, dan penjaga TK binaan DWP Kota Magelang, di Gedung Wanita, kemarin.
Dalam pembagian ini, Wali Kota Sigit Widyonindito yang memberikan langsung bingkisan. “Kegiatan ini patut ditiru. Saya sangat mengapresiasi. Jangan lihat besaran bingkisan yang diberikan, tapi ini bentuk perhatian yang luar biasa,” kata Sigit.
Menurut Ketua DWP Kota Magelang Demertya Tety Sugiharto, pemberian bingkisan murni berasal dari pengumpulan zakat dari pengurus dan anggota DWP se-Kota Magelang. Sebanyak 36 orang guru TK, penjaga TK, dan karyawan honorer se-Kota Magelang yang menerima paket bantuan sembako.
“Kegiatan ini merupakan program kerja DWP Kota Magelang bidang pendidikan dan bidang sosial budaya. Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama, dengan harapan bermanfaat bagi para penerima,” tutur Demetrya.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada para lansia sebanyak 51 orang yang tersebar di tiga kecamatan. Untuk bantuan kepada lansia sudah diberikan sejak 2016 dan rutin tiap tahun. Paket bantuan berisi beras, selimut, roti, sirup, bakmi, minyak, jeli, gula pasir dan lainnya.
Pada kesempatan itu, Sigit mengingatkan libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 yang lebih lama jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Yakni mulai 11-21 Juni 2018. Dia mengimbau para guru maupun penjaga sekolah untuk lebih siap mengamankan sekolah.
“Saya nitip kepada guru-guru maupun penjaga sekolah khususnya, boleh libur Hari Raya, tapi jangan sampai sekolah tidak diurus,” pintanya.
Dijelaskan Sigit, imbauan ini berdasarkan kejadian yang pernah menimpa SMAN 2 Magelang pada saat libur panjang berlangsung. “Kita punya pengalaman komputer di SMAN 2 Magelang itu habis dibobol pencuri, dua kelas atau berapa itu, tercecer. Karena ditinggal libur lama,” kata Sigit.
Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang, Sigit mengaku sudah mengumpulkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran untuk pengamanan. Termasuk juga memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah.
“Di sekolah-sekolah TK kelihatannya sepele, isinya cuma permainan anak. Tapi kalau sampai kebobolan, susah nanti. Untuk itu, saya nitip ke guru-guru, sekolahnya dilihat, diperiksa, diatur sebaik-baiknya,” tandas Sigit. (dem/laz/mg1)