MANTAN: Sandiman Nur Hadi Widodo memberikan siraman rohani kepada para napi Rutan Wates (5/6). (FOTO: HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)

KULONPROGO – Puluhan warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Wates mendapat suntikan motivasi dari ustad yang mantan narapidana (napi) Sandiman Nur Hadi Widodo. Acara tersebut dikemas dalam buka bersama warga binaan dengan Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo Senin petang (5/6).
Hasto mengatakan buka bersama dengan warga binaan rutin digelar setiap Ramadan. Kali ini menghadirkan ustad yang pernah merasakan hidup di rutan untuk memberi motivasi warga binaan.

“Seseorang yang pernah menghuni rutan yang sekarang sukses menjadi ustad dan bisa memberikan testimoni,” kata Hasto.
Kepala Rutan Wates Teguh Suroso mengatakan kehadiran Hasto mendapat apresiasi. “Lebih mengena jika ustad yang pernah hidup di rutan,” ungkapnya.
Total warga binaan di Rutan Wates 81 orang. Kebanyakan terlibat kasus perjudian dan pencurian. Rutan Wates mempunyai program khusus untuk 2018, yakni Berbakti Pada Negeri, Merah Putih Narapidana.
Melalui program tersebut, pihaknya sudah menyiapkan 20 narapidana yang akan dilatih. Berupa keahlian tukang kayu, tukang las, tukang bangunan bekerjasama dengan PT Angkasa Pura I dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Mereka akan bertugas dalam program bedah rumah yang diinisiasi Pemkab setiap Minggu. “Kami juga ada program barista kopi dan perawatan sepatu,” kata Teguh.

Setiap Jumat sekitar 3-4 napi jalan ke dinas-dinas. “Pas olahraga, sepatu kami bersihkan tanpa air. Bayar Rp 10 ribu, kalau di mal bisa sampai Rp 50 ribu. Itu memberi motivasi pada mereka,” kata Teguh.
Mereka yang dilibatkan sudah menjalani dua per tiga masa pidana. Bahkan mereka yang sudah mengantongi SK cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, maupun pembebasan bersyarat.
Setelah Lebaran akan dibuka jasa perawatan sepatu oleh napi dengan tenda di tempat parkir rutan. “Napi kalau sudah menjalani 2/3 masa tahanan harus diintegrasikan, dibekali hidup,” kata Teguh. (tom/iwa/mg1)