Suharsono

BANTUL – Bupati Bantul Suharsono memiliki kebijakan sendiri terkait penggunaan mobil dinas. Kendati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeluarkan larangan, pensiunan perwira menengah Polri ini sepertinya memberikan lampu hijau penggunaan mobil dinas (mobdin) untuk mudik Lebaran.
“Biasanya (mobdin) tidak diizinkan untuk dibawa ke luar kota. Tapi kalau saya boleh saja,” jelas Suharsono di Kompleks Parasamya Selasa (5/6) ketika disinggung apakah ASN di lingkungan Pemkab Bantul dapat menggunakan mobdin untuk mudik.
Kendati begitu, Suharsono mengingatkan, mobdin hanya dapat digunakan mudik dengan jarak tertentu. Maksimal hanya untuk mudik ke daerah sekitar DIJ seperti Klaten, Surakarta, dan Semarang.
“Tidak untuk daerah jauh seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya,” pesannya.

Menurutnya, tidak semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkab memiliki kendaraan pribadi. Jamak pula orang tua di antara mereka tinggal di luar DIJ. Dari itu, Suharsono tak sampai hati melihat mereka bepergian jauh dengan sepeda motor.
“Ngesakke. Bodo-bodo kok malah numpak motor (kasihan, lebaran kok mengendarai sepeda motor),” katanya sembari berpesan kerusakan mobdin ditanggung sendiri.
Sebagaimana diketahui, Suharsono mengeluarkan kebijakan lunak dalam penggunaan mobdin untuk mudik tahun lalu.
Kendati begitu, Suharsono hingga sekarang belum berani mengeluarkan surat edaran pemberian izin bagi ASN. Dia masih menunggu peraturan gubernur dan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bantul Riyantono irit bicara. Tony, sapaannya, berdalih kebijakan soal mobdin untuk mudik cukup satu pintu. Yakni, bupati. (ega/zam/mg1)