KAMPANYE: General Manager PPHJ Yungke Wibowo membuka seminar Bahaya Rokok bagi Kesehatan di Andrawina Ballroom, Kamis (31/5).(FOTO: PPHJ FOR RADAR JOGJA)

JOGJA – Prime Plaza Hotel Jogjakarta (PPHJ) memberikan edukasi bagi karyawan perokok tepat di peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Andrawina Ballroom (31/5). Seminar Bahaya Rokok bagi kesehatan diikuti 70 karyawan perokok aktif. Menghadirkan Dokter Spesialis Paru dari RS Panti Rapih Leonardo Simanjutak.

General Manager PPHJ Yungke Wibowo mengatakan seminar tersebut salah satu kampanye Prime Plaza Hotel tentang kesehatan. Bertujuan untuk meningkatkan kesehatan karyawan.
“Setiap tahun PPHJ selalu berpartisipasi memeringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Tahun ini seminar menjadi pilihan kampanye agar lebih mengedukasi,” kata Yungke.
Leonardo mengatakan perokok aktif menanggung resiko 90 persen paling banyak terkena kanker paru. Pada sebatang rokok ada lebih dari 4.000 bahan kimia, gas, asap, kandungan partikel, yang merupakan zat karsinogenik.

Zat-zat karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh dan mengganggu proses biologis bagi perokok.
PPHJ mendukung program pemerintah membatasi ruang bagi perokok. PPHJ mengurangi ketersediaan kamar bagi perokok. Dari 177 kamar, semula 30 persen di antaranya smoking room. Sejak 31 Mei 2018 kamar bagi perokok hanya 15 persen dari total kamar tersedia. (sce/a1/iwa/mg1)