SEJAK DINI: Mahasiswa FISIP UAJY yang tergabung dalam Moksa_Creative sosialisasi pengolahan sampah di SDN Bhayangkara (15/5).(FOTO: MUHAMMAD IHSAN/ZETIZEN)

SLEMAN – Pendidikan tentang pengolahan sampah harus dimulai sejak dini. Beberapa Mahasiswa FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) yang tergabung dalam grup Moksa_Creative menggelar sosialiasi pengolahan sampah untuk anak-anak umur 9-10 tahun di SDN Bhayangkara Jogjakarta (15/5).
Sosialiasi tersebut diharapkan menjadi media belajar dan bermain murid-murid kelas 3 di SDN Bhayangkara Jogjakarta. “Kami berharap sosialisasi kami menjadi ajang menggali ilmu dan praktik mengolah sampah,” kata Managing Director Moksa_Creative Yoga Gunatika.Dikatakan, berawal dari program Zero Waste, salah satu client mereka, Lawe Indonesia yang concern masalah pengolahan limbah, menginginkan lebih banyak masyarakat sadar pengolahan sampah. “Termasuk sadar limbah yang mereka buang,” kata Yoga.

Sosialiasi dimulai pengenalan 3R (reduce, reuse, recycle). Yaitu mengurangi, memakai kembali, dan mendaur ulang sampah atau limbah.
Acara diakhiri dengan game memilah sampah organik, sampah non-organik dan sampah B3. Pihak sekolah memberikan dukungan kepada kegiatan sosialisasi tersebut.
SDN Bhayangkara Jogjakarta adalah salah satu sekolah dasar di Jogjakarta yang mendukung program Adiwiyata. Yaitu program tentang upaya pelestarian lingkungan hidup yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup.

“Kegiatan mahasiswa FISIP UAJY sejalan dengan sekolah. Dilengkapi dengan praktik sehingga melengkapi materi yang sudah kami berikan. Murid kelas 3 senang belajarnya di luar kelas,” kata Wali Kelas 3C SDN Bhayangkara Jogjakarta Ares Brilatin.Project Leader Pebby Suparsa mengatakan sosialiasi tersebut agar masyarakat mengerti cara mengolah sampah atau limbah. “Target sosialisasi kepada anak usia 9-10 tahun. Pada usia tersebut lebih mudah diajari cara memilah sampah,” ujar Pebby. (*/san/iwa/mg1)