JOGJA – Guru SMA dan SMK di Kota Jogja yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Jogja mengeluhkan ketentuan cuti dan libur. Sebab, ketentuan ini berpengaruh terhadap tunjangan profesi guru (TPG). Buktinya, tidak sedikit TPG guru tak dapat dicairkan akibat terbentur aturan tersebut.
“Ada teman yang mengeluh karena kondisi sedang opname di rumah sakit beberapa hari, TPG untuk semester pertama lalu tidak bisa dicairkan,” ujar Ratna, seorang perwakilan guru ketika melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Kadarmanta Baskara Aji Senin (4/6).

(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

Guru SMA 5 Jogja ini memperjelas terganjalnya pencairan lantaran tak memenuhi syarat mendapatkan TPG. Yakni, 24 jam.
Keluhan serupa diungkapkan Rika Hanako Prastitasari. Guru SMA 4 Jogja ini mengeluh jam kerja guru saat ini disamakan dengan aparatur sipil negara (ASN). Begitu pula dengan aturan cuti. Guru hanya dapat mengambil cuti maksimal enam hari pada semester pertama. Jatah enam hari berikutnya diambil pada semester kedua.
“Tapi untuk cuti bersama seperti Lebaran ini kami dibedakan,” ungkapnya.

Menerima keluhan tersebut, Kepala Disdikpora DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Biro Organisasi Pemprov DIJ. Hasilnya surat edaran gubernur DIJ terkait cuti bersama juga berlaku untuk guru.
“Cuti bersama tetap libur seperti ASN lain. Cuti ini tidak mengurangi izin tidak mengajar selama 14 hari,” tuturnya.

Hal itu, lanjut Aji, berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 10/2018 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, Dan Tambahan Penghasilan Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah. Permendikbud baru ini sudah memperhitungkan izin sakit paling lama 14 hari.
“Dalam Permendikbud yang lama, sehari tidak masuk saja TPG bisa tidak cair,” ungkapnya. (pra/zam/mg1)