FOKUS: Persija Jakarta mulai pemusatan latihan di Lapangan UNY, Jogjakarta, Selasa (20/9).(Foto:Rizal SN/Radar Jogja)

BANTUL – Kerusuhan suporter Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (3/6) siang berbuntut. Bukan hanya pertandingan kedua tim tersebut yang dibatalkan.

Bupati Bantul Suharsono pun dibuat berang dengan kejadian tersebut. Karena itu, dia mengancam mencabut izin penggunaan SSA untuk pertandingan antara Persebaya dan Persija. Larangan penggunaan SSA sebagai sanksi bagi kedua kubu yang berseteru. Alasannya, kedua tim papan atas tersebut masing-masing memiliki suporter militan yang saling bermusuhan. Suharsono tak mau lagi wilayahnya menjadi sasaran kerusuhan Bonek (sebutan suporter Persebaya) dan Jakmania (suporter Persija). Sehingga menimbulkan keresahan warga setempat.

“Sebelum kejadian ini saya tak tahu kalau keduanya musuh bebuyutan,” ungkapnya Senin (4/6). Suharsono tak ingin kejadian serupa terjadi lagi ke depan. Apalagi SSA saat ini menjadi home base tiga tim Liga 1, yakni PSIM Jogja, PS Tira, dan Persija. “Tujuan kita menghibur rakyat, bukan perang-perangan,” tegas Suharsono.
Selain itu, Pemkab Bantul berencana mengajukan klaim kerusakan infrastruktur SSA akibat bentrok Bonek dan Jakmania.
Kabid Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Sapto Priyono Senin (4/6).

Sapto mengatakan telah menginventarisasi semua kerusakan stadion. “Ini masih dihitung berapa nilai rupiahnya,” ujarnya.
Nilai kerusakan stadion diperkirakan tak mencapai ratusan juta. Hanya beberapa item yang rusak. Kendati demikian, semua infrastruktur rusak harus segera diperbaiki. Sebab, stadion masih akan digunakan untuk pertandingan beberapa tim Liga 1. “Nanti kami klaimkan ke pihak penyewa stadion, dalam hal ini Persija,” tegasnya.

Kerusakan paling dominan di area tribun barat. Beberapa pintu rusak, kaca-kacanya pecah. Ini lantaran banyak suporter menerobos masuk stadion secara paksa dengan merusak pintu dan memecahkan kaca. “Tiga tiang besi pembatas hilang. Jaringan instalasi air di lantai tiga juga jebol,” ungkapnya. Sapto memastikan venue olahraga lain yang ada di lingkungan SSA tidak mengalami kerusakan. Seperti lapangan pacuan kuda, velodrome, dan lapangan tenis. Rumput lapangan sepak bolajuga aman.

Sebagaimana diketahui, bentrok Bonek dan Jakmania terjadi sejak Minggu siang. Kejadian itu juga berdampak kerusakan dua mobil milik Panpel PS Tira.
Barang-barang milik manajemen yang ada di dalam mobil hilang, seperti bola, ponsel, dompet, bahkan tape mobil pun dijebol. Kerugian ditaksir lebih dari Rp 100 juta. Panpel PS Tira juga akan komplain ke panitia pelaksana pertandingan Persija vs Persebaya. (riz/ega/yog/mg1)