KENANGAN: Siswa kelas IX SMPN 9 Jogja berfoto bersama usai acara pelepasan Kamis (31/5) (SMPN 9 JOGJA FOR RADAR JOGJA)

JOGJA- SMPN 9 Jogja menggelar acara pelepasan siswa kelas IX, Kamis (31/5). Pelepasan ini adalah pengembalian mandat dari sekolah kepada orang tua. Selanjutnya 207 siswa yang telah lulus 100 persen diterima secara simbolis wakil ketua komite sekolah Siswanto BE.
Kepala Sekolah SMPN 9 Jogja Drs Arief Wicaksono MPd menyampaikan, pengembalian mandat bukan berarti melepaskan tanggung jawab dalam mendidik anak.”Namun ini merupakan simbolisasi bahwa pendidikan dasar di SMPN 9 sudah waktunya untuk ditingkatkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Arief.

Peserta didik, lanjut Arief, didorong dan dimotivasi untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan pilihan dan cita-citanya, serta menjadi penerus pemimpin bangsa di masa depan.”Sekaligus diberikan apresiasi dan reward bagi siswa kelas IX yang berprestasi, baik prestasi akademik maupun non akademik,” ujar Waka Kesiswaan SMPN 9 Jogja Sumarjo MPd.

Nilai tertinggi UNBK diraih oleh Faela Wafa Salsabila dengan perolehan nilai 378,0. Kemudian Naufandi Majid dan Sahasika Tie Fidela Shani Sudibyo dengan nilai masing-masing 375,5. “Secara keseluruhan prestasi tahun ini SMPN 9 Jogja masih berada pada ranking 4 besar Kota Jogja, setelah SMPN 5 Jogja, SMPN 8 Jogja, dan SMPN 1 Jogja,” tambah Sumarjo.
Sekolah bekerja sama dengan Yayasan Alumni Insan Kamil memberikan apresiasi dan reward untuk anak-anak yang masuk 10 besar.
Penghargaan dan reward juga diberikan kepada anak-anak yang berprestasi di bidang non akademik juara 1 tingkat propinsi dan nasional, yakni di bidang Pramuka, tari, IT dan pasukan pleton inti (tonti).
Turut hadir dalam acara ini Prof Muhajir Darwin, sebagai salah satu alumni yang sukses di jalur pendidikan untuk memberikan motivasi kepada siswa sekolah yang memiliki jargon “Kami Datang untuk Berprestasi” ini.

Arief menambahkan terselenggaranya acara ini karena adanya kerja sama yang kuat antara guru, komite sekolah, dan paguyuban orang tua kelas IX, serta masyarakat yang memberikan dukungan luar biasa.
“Inilah model kolaborasi TRIPUSAT PENDIDIKAN yang dicanangkan Ki Hajar Dewantoro; bahwa suksesnya pendidikan karena kerja sama yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat,” jelas Arief. (obi/din/mg1)