Dian Tantri Subsa

Geliat usaha Desa Prima Trimurti, Srandakan, Bantul selama dua bulan terakhir terus mengalami kemajuan. Ini dibuktikan dengan semakin banyaknya anggota Desa Prima membuat usaha produktif. Salah satunya dengan mengembangkan bisnis kuliner. Apalagi saat ini bertepatan dengan puasa.
Ramadan menjadi menjadi ladang usaha. Caranya dengan menitipkan makanan hasil olahan mereka sendiri ke pasar Ramadan yang buka setiap sore.
“Anggota yang belum memiliki usaha sudah mulai membuat usaha makanan seperti yang diajarkan saat pelatihan Desa Prima,” ungkap Ketua Desa Prima Trimurti Dian Tantri Subsa Senin (4/6).

BERKAH PUASA: Setiap sore BUMDes Trimurti membuka usaha Pasar Sore Ramadan. Pemasok makanan dan minumannya berasal dari anggota Desa Prima Trimurti. Ke depan, anggota dan pengurus Desa Prima Trimurti akan membentuk Kelompok Usaha Bersama. (FOTO: SUKARNI MEGAWATI/RADAR JOGJA)

Makanan olahan anggota Desa Prima Trimurti mendapatkan respons positif dari pasar. Terbukti dagangan yang dititipkan di pasar Ramadan laris manis.”Alhamdulillah, dagangan selalu habis. Kalaupun sisa, bisa dihitung dengan jari,” jelas perempuan 41 tahun ini.
Tantri, sapaan akrabnya, mengatakan, akan membentuk kelompok usaha bersama atau KUB. Ke depan KUB menjadi wadah bagi kegiatan kuliner Desa Prima. Mulai produksi, pengemasan hingga pemasaran.

Untuk mengembangkan lebih jauh mereka menghadapi kendala. Yakni terbatasnya modal. Karena itu, mereka berinisiatif untuk sementara menggunakan dana swadaya. Itu dilakukan sembari menunggu bantuan stimulan dari pemerintah cair.
Dana swadaya berasal dari bantuan transport BPPM DIY saat inisiasi Desa Prima beberapa waktu lalu. Separo dari dana transport itu mereka kumpulkan untuk modal awal.
“Kendala dana tidak menyurutkan semangat anggota Desa Prima Trimurti,” ungkap Kepala Seksi Pengarustamaan Gender Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos dam P3A) Kabupaten Bantul Sumiyatun.

Dari pantauan Dinsos dan P3A Bantul dari lima Desa Prima yang tahun ini dibentuk di Bantul telah mengembangkan berbagai usaha. Lima Desa Prima itu adalah Desa Prima Trimurti, Srandakan, Desa Prima Triwidadi, Pajangan, Desa Prima Seloharjo, Pundong, Desa Prima Mulyodadi, Bambanglipuro dan Desa Prima Tamanan, Banguntapan.
Adapun usaha yang dikembangkan sebagian besar kuliner seperti katering dan telur asin. Namun ada juga yang menjual sayur-mayur, kerajinan tangan, serta jasa. “Untuk usaha kelompok belum terlalu nampak,” jelas Atun, panggilan akrabnya.
Menurut dia, pemerintah desa perlu memberikan perhatian. Apalagi jika pemerintah desa secara khusus mengalokasikan dana desa. Kepada setiap pengurus Desa Prima, Atun mewanti-wanti agar mereka membuat buku administrasi pengelolaan keuangan. “Dana bantuan sekecil apapun tolong dicatat,” pintanya.
Khusus Desa Prima Trimurti, Atun melihat perkembangnya tergolong signifikan. Terutama setelah dibentuk pada April lalu. Warga berinisiatif mengadakan pertemuan dengan pendampingan dari Dinsos P3A Kabupaten Bantul. Dari pertemuan itu, mereka telah membentuk kepengurusan. (cr2/kus/zam/mg1)