SARAT PRESTASI: Suasana wisuda siwa-sisiwi SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang, Senin(4/6).(FOTO: FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA)
(FOTO: FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA)

MAGELANG – Untuk ke-11 kali, SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang meraih hasil terbaik. Sekolah yang berada di Jalan Tidar itu berturut-turut menjadi peringkat pertama di kota ini untuk rata-rata Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) dengan nilai 260,763 atau rata-rata 86,921. Tidak hanya itu, sekolah yang dipimpin Mustaqim ini juga meraih peringkat pertama nilai USBN atas nama Rayhan As’adu Azka dengan jumlah 288,22 atau rata-rata 96,07.
“Dari 2.409 siswa se-Kota Magelang yang mengikuti USBN 2018 tingkat SD/MI, rata-rata nilai tertinggi diraih tiga siswa dari Mutual,” kata Mustaqim dalam Wisuda Purna Siswa Angkatan XII di Semanggi Ballroom Hotel Artos, Senin (4/6).

Selain Rayhan, prestasi diraih Muhammad Iqdamul Umam dengan jumlah nilai 287,16 atau rata-rata 95,72 dan Ataya Cendana Pambudi 285,91 atau rata-rata 95,30. Selain itu untuk Ujian Sekolah (US) Pendidikan Agama Islam (PAI) sekolah itu juga meraih nilai tertinggi 100 dan rata-rata tertinggi 82,08.
Dalam kesempatan ini disebutkan beberapa prestasi yang diraih para siswa Mutual dalam berbagai ajang lomba. Di antaranya, M Rehan Fitrian yang lolos ke tingkat nasional OSN cabang sains, Anteo Cyailendra renang Popda Jateng, M Addien panahan Popda Jateng dan lainnya. “Jagalah nama baik sekolah, nama baik persyarikatan Muhammadiyah, serta nama baik orang tua,” pinta Mustaqim. Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkot Magelang Sahid memberikan selamat atas prestasi yang diraih Mutual. Ditegaskan, prestasi itu bukan buah kerja seorang saja, melainkan semua pihak.

“11 tahun meraih prestasi sebagai peringkat pertama USBN adalah prestasi sangat bagus. Biasanya kalau sekolah lain masih naik turun, Apalagi prestasi ini mengalahkan SD-SD di Kota Magelang yang usianya sudah lebih dari setengah abad. Sungguh luar biasa,” ungkapnya.
Dijelaskan, pihaknya selama ini tidak pernah membeda-bedakan perlakuan terhadap sekolah swasta maupun negeri. Bahkan dalam soal persaingan atau prestasi, sangat dibebaskan. Hal ini akhirnya membuat pendidikan dasar di Kota Magelang bisa berjalan bagus.
“Banyak sekolah swasta yang saat ini nolak-nolak siswa. Bahkan di Kota Magelang saat ini tumbuh banyak sekolah berbasis religius dan semuanya tidak ada yang kekurangan murid,” jelasnya.

Dalam wisuda ini, tiap siswa yang telah merampungkan hafalan bacaan Alquran mendapat sertifikat. Tujuannya untuk membantu para siswa untuk meneruskan ke tingkat lebih tinggi. Mengingat dalam penerimaan siswa baru di Kota Magelang, ada perlakuan khusus bagi penghafal Alquran atau hafiz. (dem/laz/mg1)