BANTUL – Selain dua mobil dirusak, tujuh orang manajemen PS Tira tertahan di ruang Askab PSSI Bantul di Stadion Sultan Agung Bantul. Mereka mengamankan diri di dalam stadion, sebab suporter merangsek masuk ke stadion. Selama lebih dua jam mereka bersembunyi di dalam kantor Askab.

Media officer PS Tira Nandang Sidik menuturkan, selain manajemen PS Tira, ada dua Panpel Persija yang juga bersembunyi di kantor Askab. Mereka mengamankan diri dari amukan suporter Persebaya. Selain masuk ke dalam stadion, mereka juga mengacak-acak ruang kesehatan. “Hanya ruangan Askab dan ruang broadcasting yang aman, karena waktu itu ada orangnya,” katanya kepada Radar Jogja.

Dari tujuh manajemen The Young Warriors, ada seorang anggota manajemen PS Tira yang shok terkait kejadian itu. Yakni Serda CPM Risma Paulia. Dia mengalami luka akibat pecahan kaca waktu masih di dalam mobil. “Batu besar-besar dilempar ke mobil, kalau kena kepala bisa bocor,” tutur perempuan asal Surabaya itu.

Nandang menyebutkan, dari salah satu Panpel Persija disebutkan, ricuh bermula ketika oknum suporter Persebaya memalak suporter Persija di sekitar stadion. Namun karena berangsur-angsur jumlah yang meminta uang banyak, suporter tersebut berontak. “Kami tertahan bersama dua orang Panpel Persija hampir lebih dari dua jam,” bebernya.
Mereka bisa keluar setelah polisi membubarkan massa dengan tembakan gas air mata. Setelah suporter keluar dari dalam stadion dan di sekitar tribun bagian barat, mereka bisa keluar menyelamatkan diri.

Rencananya MCM dan Preskon pertandingan PS Tira vs Barito Putera akan digelar di SSA. Namun karena kejadian itu akhirnya dipindah ke Student Castle di Sleman. (riz/mg1)