SLEMAN – Timnas Indonesia U-19 untuk kedua kalinya akan berujicoba dengan PSS Sleman. Sebelumnya pada 2017, anak asuh Indra Sjafri bermain imbang 2-2 dengan PSS yang ketika itu ditukangi Freddy Muli.

Pada pertemuan kedua, malam ini Syahrian Abimanyu dkk akan menjajal racikan Seto Nurdiantoro di Stadion Maguwoharjo Sleman.

Asisten Pelatih Timnas U-19 Miftahudin mengatakan, anak asuhnya diharapkan bisa mengambil banyak pelajaran ketika saat dikalahkan Persis Solo, pekan lalu. Sehingga permainam menjadi lebih baik di Sleman. “Menurut kami tim ini masih perlu adaptasi dan perbaikan. Sehingga di AFF dan AFC nanti bisa meraih hasil terbaik,” katanya mewakili Indra Sjafri yang mendadak dipanggil ke Jakarta menemui Plt Ketum PSSI Joko Driyono.

Miftahudin menjelaskan, dalam pertandingan melawan PSS, pelatih mengaharapkan pemain bisa memperbaiki organisasi permainan. Tidak seperti saat dibekap Persis 0-3 lalu. Ketika itu, ciri khas Garuda Nusantara dengan umpan-umpan pendek-panjang cepat tidak terlihat.

Di bawah pressure ketat Tri Handoko dkk, permainan Egy Maulana Vikri dkk tidak berkembang. Meskipun beberapa kali memiliki peluang emas mencetak gol. Tim pelatih ingin lihat perbaikan selama latihan dengan implementasi di pertandingan. Sleman juga pasti beda dengan Solo.”Kami ingin lihat juga transisi antara bertahan dan menyerang bisa berjalan baik,” tambahnya.

Memasuki akhir pemusatan latihan tahap pertama, pelatih mengaku semua pemain akan diberikan kesempatan untuk diturunkan. Itu termasuk yang kemarin di Solo belum turun. Hal itu agar pelatih bisa memberikan penilaian objektif dan tidak salah pilih.

Sementara itu pemain gelandang Syahrian Abimanyu mengaku siap dan berharap bisa mendapatkan pelajaran di Sleman. “Bisa lebih baik dan memberikan hiburan ke penonton,” kata pemain Sriwijaya FC itu.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro menyebut, kendati uji coba namun tetap penting bagi kedua tim. Dia menilai, walaupun tim U-19 baru terbentuk tapi kualitasnya pemain terbaik. Mereka telah banyak bermain di klub Liga 1. Dia juga akan bagaimana racikan coach Indra Sjafri. “Kami juga melihat perbaikan di tim kami. Mindset pemain ingin memenangkan pertandingan, tapi kami ingin melihat perkembangan pemain dan kesempatan yang sama,” jelasnya.

Dia juga ingin melihat progres dan evaluasi pemain.Dia berharap pertandinganya menarik. Selain itu juga bermain terbuka agar terlihat kelemahan dan kelebihan tim.

Kapten PSS Ahmad Hisyam Tolle menyebut, pertandingan besok pembelajaran bagi kedua tim. Untuk mengukur sejauh mana capaian tim. Agar di liga dan kompetisi juga lebih baik. “Kami tetap bermain serius,” katanya.

Disinggung terkait apakah akan memainkan Gonzales, Seto masih akam berkomunikasi dengan manajemen. Menurutnya pelatih menyiapkan skuad untuk kompetisi. Jika manajemen bisa menggaransi Gonzales bisa diturunkan saat kompetisi maka besar kemungkinan akan diturunian. “Siapa yang nanti bisa main di kompetis itu yang kami turunkan, karena kami ingin agar lebih baik,” jelasnya. (riz/din/mg1)