DOUBLE TRACK: Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri bersama Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni di atas kereta lori saat meninjau kesiapan jalur KA di Wates, Kulonprogo (31/5). (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

JALUR dan pintu perlintasan kereta api (KA) menjadi perhatian serius Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri saat meninjau rel dari Kota Jogja menuju Kulonprogo Kamis (31/5). Kapolda berangkat menumpang kereta lori motor dari Stasiun Tugu menuju Wates.

Danrem 072/ Pamungkas Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo, dan EVP PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Eko Purwanto turut serta meninjau kesiapan jalur KA.

Kapolda mengatakan, pantauan jalur KA menjadi bagian dalam rangkaian Operasi Ketupat Lebaran. “Tidak hanya untuk arus mudik. Peninjauan ini juga berhubungan dengan akses pariwisata, mengingat bakal padatnya pengunjung,” ujar perwira tinggi Polri dengan bintang satu di pundak itu.

Peninjauan rel melengkapi pantauan jalur alternatif yang lebih dulu digelar beberapa waktu lalu. Hal itu guna memastikan semua jalur mudik di DIJ aman. Baik untuk pengguna moda transportasi bus maupun KA. “Supaya masyarakat juga yakin, petugas siap,” tegas Dofiri di Stasiun Wates.

Usai meninjau beberapa ruas rel Dofiri memastikan semua dalam kondisi baik. “Jika ada yang perlu diwaspadai yakni keberadaan perlintasan tanpa palang pintu dan penjagaan,” lanjutnya.

Sedangkan untuk antisipasi kemungkinan adanya gangguan keamanan perjalanan kereta, Polda DIJ menempatkan petugas jaga di posko-posko keamanan dan pelayanan di stasiun-stasiun besar. Menurut Kapolda, menyambut arus mudik dan balik Lebaran kali ini tak kurang 4.700 personel diterjunkan untuk menjaga keamanan. Itu belum termasuk back-up dari TNI, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat.

“Ada 31 pos pengamanan kami sebar di 31 lokasi se-DIJ untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas,” jelasnya.

Sementara itu, Eko Purwanto juga berjanji bakal menerjunkan petugas di beberapa titik rawan kecelakaan. Terutama di perlintasan-perlintasan kereta tak berpalang pintu.

Eko mengklaim, perlintasan tanpa palang pintu hanya bisa diakses menggunakan sepeda motor atau jalan kaki. Kendati demikian, dia tak menampik kerawanan titik tersebut. Karena itu Eko mengimbau siapa pun yang lewat perlintasan kereta tanpa palang pintu untuk ekstra waspada. Apalagi selama arus mudik dan balik Lebaran frekuensi perjalanan kereta api bertambah banyak, sehingga lebih sering melintas. Menurutnya, total ada 364 perlintasan KA di Daop 6. Dari jumlah itu, 29 perlintasan lainnya telah ditutup. Di wilayah Daop 6 DIJ saja ada 17 titik perlintasan yang dinilai rawan. (cr3/tom/yog/mg1)