SLEMAN – Sebanyak 148 warga Desa Glagaharjo pagi tadi (1/6) pukul 08.35 melakukan evakuasi mandiri. Mayoritas warga berasal dari lima dusun yaitu Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, Srunen, Singlar, dan Glagahmalang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto lantas bergerak cepat untuk memberikan pemahaman terkait kondisi Merapi. Dia menyatakan lokasi rumah warga masih berada di radius aman.
“Jarak rumah warga teratas itu 5 kilometer jadi masih aman,” ungkap Joko ketika ditemui di Balai Desa Glagaharjo.

Lebih lanjut Joko mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu takut dan jangan terlalu khawatir. “Kasihan kalau harus bolak-balik mengungsi padahal masih dalam radius aman,” ungkapnya.

Selain untuk melihat langsung kondisi para pengungsi, dia juga memberikan pengertian serta pengarahan bahwa Merapi masih aman. “Radius bahaya 3 kilometer jadi masih belum ada instruksi untuk mengungsi,” tegasnya.

Wakil Bupati Sleman Sti Muslimatun meninjau langsung kondisi pengungsi. Dia meminta agar warga kembali beraktivitas normal.
“Erupsi yang terjadi adalah freatik yang keluar bukan awan panas melainkan debu vulkanik,” kata Muslimatun kepada para pengungsi.

Dia juga meminta kepada warga agar tidak perlu mengungsi dan meminta kepada warga agar mengikuti instruksi dari pemerintah. “Yang penting waspada, prayitno, setiti, dan ati-ati,” katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menyiapkan masker guna mengantisipasi dampak abu vulkanik. Terutama untuk lansia, ibu hamil dan anak-anak harus memakai masker.

Setelah mendapatkan pengarahan dari Wabup dan BPBD Sleman, sekitar pukul 10.39 warga sudah mulai bergerak dan kembali ke rumah masing-masing. Karti, perempuan paruh baya dari Kalitengah Kidul yang sempat mengungsi akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumahnya. “Tadi disuruh Bu Wabup untuk pulang,” jelasnya.

Sementara itu, Carik Desa Glagaharjo Agralno menyatakan tetap akan menerima warga yang memilih untuk bertahan di balai desa. “Semua kami terima dan kami tetap berjaga jika sewaktu-waktu terjadi kepanikan warga,” ujarnya.[review](cr4/ila/mg1)