BANTUL – Sempat diberitakan menghilang pada Rabu (30/5) oleh keluarga. Alfian Gilang Ramadhan, 4, akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat di kamar mandi salah satu pondok pesantren di Krapyak Kulon, Bantul pada Kamis malam (31/5).

Al begitu si kecil disapa ditemukan tengah berbaring di lantai kamar mandi pondok pesantren yang berjarak 300 meter dari rumahnya di Krapyak Wetan RT 03.

Sang bunda Yusti Ariyani, 27, menceritakan pada Rabu pagi (30/5) pukul 10.00, dia hendak mandi dan meninggalkan Al yang tengah bermain di ruang keluarga dengan mobil-mobilannya. Dia juga sudah berpesan kepada Al untuk menunggu, karena akan mengajak Al keluar.

Pintu depan, lanjutnya, dalam keadaan terbuka, dan sedang tidak ada siapa pun di rumah kecuali mereka berdua. Nenek Al juga tengah ikut pertemuan ibu-ibu.

“Biasanya kalau tidak ada orang, saya kunci pintu depan, tapi karena mandi cuma sebentar jadi tidak kepikiran,” ungkap Tia, sapaan akrabnya, saat ditemui Radar Jogja di kediamannya Jumat (1/6).

Al merupakan tipe anak yang lincah dan periang. Dia juga suka bershalawat. Pagi itu, Al sempat bershalawat dan Tia juga mendengar. Tapi, setelah mandi makin lama suara Al semakin mengecil dan menghilang. Bergegas Tia segera menggunakan pakaian dan keluar menggunakan sepeda motor.

“Tetangga depan gang sempat bilang, Al sedang bersama Azmi, anak yang juga menghilang bersama Al. Menuju ke arah selatan,” tutur Tia.

Setelah mengetahui hal tersebut, Tia segera melajukan motor ke arah Selatan hingga mentok dan berbelok ke arah barat. Sempat berkeliling kompleks tapi tidak menemukan Al bersama Azmi.

“Tidak menemukan, akhirnya saya pulang ngomong ke orang rumah, memberitahu teman-teman untuk bantu mencari,” jelas Tia.

Pencarian dilakukan berkeliling kampung. Bertanya pada setiap warga, tapi tidak ada yang melihat. Juga meminta tolong ke masjid untuk menyiarkan kehilangan Al. Pencarian ini dilakukan hingga pukul 12 malam. “Saya benar-benar panik, khawatir Al kenapa-kenapa. Benar-benar tidak tidur,” katanya.

Pada pagi harinya, salah seorang tetangga menyarankan untuk membuat selebaran, yang kemudian disebarkan di setiap sudut kampung. Saat itu pula, banyak kabar simpang siur datang. Bahkan ada yang berani menelepon Tia, mengatakan sang anak dibekap penculik, dibawa menggunakan motor, hampir tertabrak di ringroad dan sebagainya. “Saya yang sudah panik, ya tambah panik. Kepikiran terus,” tegasnya.

Polisi dan dukuh juga sempat datang sebelum Zuhur ke kediaman Al dan bertanya kebenaran berita. Kemudian menyarankan untuk melaporkan berita kehilangan ke Polsek Sewon. Berangkatlah Tia bersama ibunya melapor. Kasus ini kemudian langsung ditangani Polsek Sewon.

Namun beruntung, selebaran itu sampai juga ke pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum yang melihat kedua anak itu bermain di sekitaran ponpes. (cr2/ila/mg1)