MASIH TRAUMA: Al ditemani sang bunda Yusti Ariyani ditemui di kediamannya di Krapyak Wetan, Bantul, Jumat (1/6). (SUKARNI MEGAWATI/RADAR JOGJA)

Salah satu pengasuh ponpes Ali Maksum, Rumini, 21, mengatakan, letak kamar mandi tempat Al dan Azmi pertama terlihat bermain air berada di dalam asrama. Untuk menuju kamar mandi, selain dari dalam asrama, juga bisa diakses dengan mudah lewat tempat wudhu asrama yang letaknya di luar asrama dekat jalan kampung.

Kendati kosong, asrama itu memang tidak dikunci. Pintu kamar mandi juga dalam keadaan rusak. Sehingga ketika terkunci dari dalam memang tidak bisa dibuka. Hanya bisa dibuka dari luar.

“Asramanya dalam keadaan renovasi sehingga dikosongkan dan tidak ada orang,” jelas Rumini.

Nenek Al, Upik Supriyati juga angkat bicara. Dia menduga Al dan Azmi keluar dari kamar mandi lewat lubang kecil di bawah pintu kamar mandi, Azmi yang kesulitan berkomunikasi ketika pulang ke rumah memang memberi kode kepada yang lain dengan menggedor-gedor pintu seraya mengatakan Al di sini. Ternyata, setelah ditanya baik-baik Azmi mengatakan bahwa Al tengah di pondok.

Kemudian sekitar pukul 21.00, ditemani polisi dan orang tua serta warga, Azmi diminta kembali menunjukkan lokasi Al. Kemudian ditunjukkan tempatnya, ternyata ada di kamar mandi asrama.

Keluarga kemudian bergegas membawa Al menuju Klinik Gading di Mantrijeron, Kota Jogja. “Alhamdulillah, Al dalam keadaan sehat. Jantungnya juga normal,” ungkap Upik.

Malamnya, Al sempat rewel bahkan menangis terus. Keluarga menduga, Al masih trauma dan terus memanggil nama ibunya.

  • Keluarga lantas sepakat untuk merawat Al di rumah dengan melakukan pendekatan emosional. Agar Al tidak lagi teringat akan kejadian yang telah menimpanya. Setelah agak membaik, keluarga menanyakan apa saja yang dilakukan Al selama di kamar mandi. “Sempat saya tanya di kamar mandi makan apa, Al mengaku hanya minum air keran,” ujar Upik.
    (cr2/ila/mg1)