RADARJOGJA.CO.ID– Berdasarkan pertemuan yang digelar di Hotel Merapi Merbabu Sleman itu Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri memastikan, kedua belah pihak bersepakat. Selain demi menjaga kondisivitas Jogjakarta, rekomendasi pemba-talan aksi di Titik Nol Kilometer didorong adanya berita hoax. Kabar bohong yang beredar di media sosial itu menyebutkan bahwa aksi 1 Juni bakal berakhir rusuh.

“Ada pesan jangan lewat Titik Nol Kilometer pada 1 Juni. Inilah yang membentuk mindset bahwa aksi tersebut tidak aman,” jelas Dofiri.

BACA: Danrem: Aksi Bela Pancasila Ada Potensi Rusuh

Aksi Bela Pancasila di Halaman Stadion Mandala Krida

Terkait aksi yang disepakati pada hari dan tempat yang ber-beda, Dofiri memastikan, kedua elemen penyelengara aksi telah melayangkan surat pemberita-huan kepada kepolisian. Kapolda memastikan hanya pentas wa-yang dan tirakatan di Momumen Serangan Oemoem 1 Maret nanti malam tetap akan berlangsung. Demikian pula grup musik Slank yang dijadwalkan manggung di kampus Universitas Gadjah Mada siang ini. Kedua agenda tersebut, jelas Dofiri, murni untuk mera-yakan lahirnya Pancasila.(bhn/cr3/dwi/tom/yog/ong)