SLEMAN – Sempat istirahat, Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya. Tepatnya pukul 08.20 Merapi kembali batuk dan mengeluarkan material abu vulkanik ke udara. Ketinggian kolom untuk letusan kali ini mencapai 6.000 meter. Sementara arah angin membawa material menuju barat daya.

Dari seluruh erupsi pasca 11 Mei, erupsi kali ini tergolong lama. Suara gemuruh juga terdengar keras bahkan hingga kawasan Kota Magelang, Jawa Tengah.

“Iya terdengar cukup keras dari rumah, kaca sampai getar. Lalu saya keluar rumah dan terlihat jelas asapnya membumbung tinggi,” kata Warga Kelurahan Wates Magelang Utara, Wicaksono Haryo Pamungkas, 31.

Sementara itu, hingga saat ini status Merapi masih level II atau Waspada. Artinya belum ada peningkatan status meski terjadi aktivitas di Jumat pagi. Pemberlakuan aturan masih pengosongan radius tiga kilometer dari puncak Merapi.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan meminta warga tetap tenang. Penyikapan erupsi tetap pada acuan BPPTKG Jogjakarta. Salah satunya adalah belum perlu mengungsi selama belum ada anjuran resmi.

“Penanganannya proporsional, jika aktivitas luar ruang pakai masker dan pelindung mata. Pastinya radius tiga kilometer dikosongkan dari aktivitas warga dan pendakian,” ujarnya.
Dia juga mengimbau warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III meningkatkan kewaspadaannya. Terutama pada wilayah-wilayah yang terdampak langsung pada erupsi-erupsi sebelumnya. Imbauan lain berupa konsumsi informasi dari sumber yang valid.
“Jangan termakan hoax informasi, masyarakat juga jangan asal menyebar informasi secara asal. Ikuti arahan petugas yang ada di lapangan bila terjadi situasi darurat, berhati-hati dalam berkendara dan utamakan tertib lalu lintas,” katanya.

Sebelumnya Balai TNGM Jogjakarta sempat mengeluarkan surat edaran terkait objek wisata. Pasca ditutup sejak 22 Mei lalu, sejumlah objek wisata kembali dibuka 31 Mei. Adanya erupsi 1 Juni belum ada pemberitahuan lanjutan dari TNGM.

Sejumlah objek wisata yang menjadi perhatian di antaranya Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo Kaliurang Pakem Sleman Jogjakarta, Panguk dan Plunyon Cangkringan. Ada pula wilayah Jawa Tengah meliputi Deles Kemalang Klaten, Jurang Jero Magelang. Termasuk dua titik pendakian Sapuangin Klaten dan Selo Boyolali. (dwi/ila/mg1)