RADARJOGJA.CO.ID – Kawasan Titik Nol Kilometer Jogja dipastikan steril dari segala bentuk aksi pe-ngerahan massa dalam peringatan lahirnya Pancasila, Jumat (1/6).

Hal itu menyusul adanya kesepakatan ber-sama pada Rabu (30/5) malam, antara dua pihak yang berencana menggelar aksi. Yakni presidium aksi bela bangsa dan aliansi masya-rakat Yogyakarta. Dalam pertemuan yang di-inisiasi Polri dan TNI dihadiri para tokoh pen-ting dua kelompok terkait.

Koordinator presidium aksi bela bangsa Syukri Fadholi menyatakan menerima kepu-tusan dengan legawa. Syukri mengakui adanya kekhawatiran aksi massa dua elemen tersebut bisa menimbulkan gesekan horizontal. Apalagi melibatkan ribuan peserta aksi. “Asal niat pem-batalan untuk menjaga kebersamaan demi situasi Jogjakarta, tidak ada masalah,” ujar Syukri, Kamis (31/5).

Pembatalan aksi di Titik Nol Kilometer se-mata-mata demi menjamin ketenangan dan kenyamanan masyarakat. Kendati demikian, Syukri meminta kepada aparat untuk tidak menghalangi hak warga menyampaikan pen-dapat.

Aksi bela bangsa tetap akan di-gelar. Hanya waktunya diundur, Minggu (3/6) pukul 15.30 di sekitar Alun-Alun Utara Jogja. “Agenda acaranya sama. kami tetap suara-kan aspirasi mengenai persoalan bangsa dan ketimpangan yang masih banyak terjadi,” katanya.

Meski konstelasi politik di Jogja-karta cukup tinggi, Syukri menja-min pelaksanaan aksi tetap aman, tertib, dan damai.(bhn/cr3/dwi/tom/yog/ong)