MAGELANG – Wilayah Kota Magelang termasuk kondusif. Tetapi, Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Y Darmawan meminta meminta seluruh elemen masyarakat untuk mengaktifkan dan membudayakan lagi siskamling. Ini terungkap dalam paparan kesiapan Pemkot Magelang menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 di Aula Adipura Kencana, Kompleks Pemkot Magelang, kemarin.

“Meski di bulan Ramadan, bukan berarti tindak kriminal tidak ada. Tetap kita harus waspada. Jangan lengah terhadap keamanan lingkungan masing-masing. Termasuk buang kebiasaan tidak peduli pada orang lain, karena untuk mengantisipasi tindakan terorisme dan mencegah tersebarnya ideologi radikalisme,” katanya.

Polres Magelang Kota siap melaksanakan Operasi Ketupat Candi 2018 yang dimulai 6 Juni mendatang. Sebanyak 296 personel pun disiapkan dengan dibantu instansi lain, di antaranya, TNI, Dishub, Satpol PP, Linmas, Damkar, Saka Bhayangkara, Orari/RAPI, PMI, dan Dinas Kesehatan. Operasi dilaksanakan selama 18 hari, hingga 24 Juni.

“Total personel 456 orang. Operasi nanti diawali dengan gelar pasukan dan pemusnahan barang bukti cipta kondisi,” tuturnya. Dalam operasi itu akan didirikan empat pos pengamanan (pospam) dan satu pospam terpadu. Empat pospam tersebar di pertigaan Kebonpolo, Alun-Alun Kota Magelang, pertigaan Shopping, dan pertigaan Hotel Trio. Sementara pospam terpadu di area Terminal Tidar Kota Magelang.

“Sampai saat ini kondisi Kota Magelang masih kondusif. Namun giat cipta kondisi (preemtif, preventif, dan gakkum) tetap kami laksanakan. Untuk pengamanan perayaan Idul Fitri, kami beserta jajaran sudah siap,” katanya.

Terkait lalu lintas, Kasatlantas AKP Marwanto mengutarakan, pihaknya siap membuat manajemen rekayasa lali lintas. Hal ini dilakukan bersama Dinas Perhubungan Kota (Dishub) Kota Magelang. “Rekayasa akan dibuat di titik-titik yang diprediksi area rawan kepadatan, seperti persimpangan Trio, Canguk, Tugu Adipura, dan Bayeman. Untuk pastinya nanti kami sampaikan setelah gelar pasukan,” ungkapnya.

Sementara itu Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mendukung upaya aparat dalam menjamin keamanan momen Hari Raya Idul Fitri. Termasuk upaya membuat lancar arus lalu lintas di saat mudik dan balik telah tiba.

“Saya harap juga ada perhatian khusus untuk pengamanan di sekolah dan instansi perkantoran. Pernah ada kasus sejumlah komputer di sekolah hilang saat ditinggal libur sekolah dan Lebaran,” tuturnya.

Selain meminta ke kepolisian, ia juga mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk mengeluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah. Surat ini berisi agar sekolah yang ditinggal libur sekolah, Lebaran, dan cuti bersama selalu dijaga petugas.

“Kalau penjaganya hanya satu sebaiknya ditambah, sehingga bisa bergantian. Ini demi keamanan bersama, dengan demikian barang-barang di sekolah tidak ada yang hilang saat ditinggal nanti,” tandasnya. (dem/laz/mg1)