SLEMAN – Ditresnarkoba Polda DIJ memusnahkan 559,9 gram sabu-sabu Rabu (30/5). Pemusnahan narkotika golongan I yang sebagian besar berasal dari barang bukti hasil pengungkapan kasus penyelundupan di Bandara Adisutjipto Selasa (15/5) lalu ini ternyata simpel. Setengah kilogram lebih barang haram ini cukup dilarutkan dalam air panas, lalu diaduk.

“Kemudian dibuang di closet (water closet) Polda DIJ,” jelas Dirresnarkoba Polda DIJ Kombes pol Wisnu Widarto di sela pemusnahan di ruang lobi Mapolda DIJ Rabu (30/5).

Ditegaskan, pemusnahan merupakan kebijakan baku. Semula surat penetapan pemusnahan direncanakan tujuh hari setelah penangkapan. Namun, diperpanjang lagi selama tujuh hari sejak masa penyitaan barang bukti.

“Kalau tidak dimusnahkan bisa dikenai sanksi,” ucapnya.

Terkait penanganan kasus penyelundupan ini, Wisnu memastikan masih bergulir. Hingga kemarin kepolisian telah mengamankan dua kurir. Yaitu, Ratna Indah Puspitasari, 34, dan Jajat Subagjat, 35. Ratna yang berperan sebagai kurir internasional diamankan Selasa (15/5) lalu. Saat itu warga Klaten, Jawa Tengah ini berusaha menyelundupkan sabu-sabu dari Kuala Lumpur, Malaysia. Modusnya, dengan menyembunyikan sabu di dalam popok.

Sedangkan Jajat diamankan dua hari setelahnya, persisnya Kamis (17/5). Saat itu, warga Karawang, Jawa Barat yang berperan sebagai kurir lokal ini sedang bertransaksi di depan RSU PKU Klaten.

“Sosok ini merupakan suruhan Iwan Aceh yang saat ini masih mendekam di Lapas Karawang,” bebernya.

Kedua tersangka yang kini mendekam di hotel prodeo Polda DIJ ini dijerat dengan Undang-undang No. 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Terkait penuntasan kasus ini, Wisnu menegaskan, Polda DIJ bakal menelisik hingga ke jaringan utama. Terlebih ada dugaan keterlibatan jaringan internasional. Kendati begitu, Polda DIJ tidak bergerak sendirian. Bakal melibatkan Mabes Polri dan Polda Jawa barat. Toh, Polda DIJ telah mengantongi salah satu identitas bandar besar.

“Inisialnya KS. Diduga sekarang berada di Malaysia. Dia jaringan yang bermain dari Malaysia dan Tiongkok,” ungkapnya.

Kabid Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ Mujiyana berpendapat pemusnahan dengan cara pelarutan lebih ringkas dibanding metode lain. Yakni, membakar sabu-sabu dengan suhu di atas seribu derajat. Namun, hanya BNN pusat yang memiliki peralatannya.

Ketika disinggung mengenai peringkat penyalahgunan narkotika di DIJ, Mujiyono menyebut ada penurunan. Pada 2017, penyalahgunaan narkotika di DIJ berada di posisi 16. Penurunan ini cukup mencolok dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di mana peringkat DIJ rutin berada dalam sepuluh besar.

“Secara umum ada penurunan di Indonesia setelah jalur-jalur distribusi diawasi ketat. Salah satunya jalur laut di sejumlah perbatasan negara,” jelasnya.

Kendati begitu, Mujiyono menekankan BNNP bakal intens mengawasi peredaran narkotika di DIJ. Terutama beberapa daerah penyuplai. Seperti Magelang, Salatiga, Klaten, dan Surakarta.

“Belum lama ini kami mencegah masuknya paket sabu seberat 10,5 gram di Kartasura,” tambahnya. (dwi/zam/mg1)