Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Informasi (TI-FTI) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berkomitmen menjalankan revolusi industri keempat secara lebih spesifik dan serius. Ini dibuktikan dengan menggabungkan ilmu cyber dan physical system yang sejatinya menggabungkan dunia maya dan dunia nyata, untuk merancang berbagai inovasi bagi masyarakat luas.

“Artinya mahasiswa diarahkan untuk merancang, memperbaiki dan instalasi sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, alat, metode, dan energy,” ungkap Dekan FTI UAJY Antonius Teguh Siswantoro saat ditemui Radar Kampus Rabu (30/5). Sistem inilah yang kemudian selalu dikembangkan inovasinya menjadi sistem yang efektif dan efisien.

Setidaknya ada lima minat yang difasilitasi TI-FTI UAJY. Pertama, Computer Aided Design/Computer Aided Manufacturing (CAD/CAM) yang fokus pada bidang desain, analisis, dan implementasi pengembangan dan perbaikan produk dan proses produksi berbasis komputer. Kedua, Quality, Safety, Health, and Environment (QSHE) fokus dalam kualitas terintegrasi baik kualitas produk, sistem kerja manusia, maupun lingkungan, dengan perancangan yang mempertimbangkan kemampuan dan keterbatasan manusia (human centered design).

Ketiga, Production and Inventory Management (PIM) fokus dalam analisis perancangan dan perbaikan sistem produksi dengan menggunakan teknologi dan manajemen produksi modern. Keempat, Logistics dan Supply Chain management (LSCM) yaitu bidang analisis, perancangan, dan manajemen sistem logistik dan supply chain management. Kelima, Industrial Management (IM) yang fokus kepada pengambilan keputusan manajerial dalam berbagai aspek manajemen industry, termasuk aspek pemasaran dan sumber daya manusia.

Lima minat ini, kata Teguh, sangat aplikatif dalam penerapan industrialnya. Baik industri manufaktur maupun jasa. “Penyerapan alumni di dunia industri sangat tinggi. Peminat TI-FTI UAJY juga sudah empat tahun ini meningkat terus,” ungkapnya.

Beberapa inovasi telah dikembangkan TI-FTI UAJY. Salah satunya bidang manufaktur, yaitu berinovasi mewujudkan ide-ide menjadi kenyataan. Wujudnya menciptakan aneka kerajinan seperti miniatur, pin, ukiran, keramik, cincin yang dibuat menggunakan CNC Mailing Machine.

Langkah awal, pola gambar dibentuk menggunakan komputer. Kemudian di-comvert ke kode numerik koordinat di mesin. Koordinat inilah yang menggerakkan mata pisau. “Kami juga bekerjasama dengan banyak IKM di Jogjakarta maupun luar kota untuk membuat berbagai macam kerajinan,” jelasnya.

Ditanya keunggulan TI-FTI UAJY dari perguruan tinggi lain, dikatakan, selain punya sarana-prasarana belajar yang lengkap juga perancangan produk, hingga menjadi sebuah karya yang utuh. Mahasiswa dibekali ilmu ergonomi yang terkait manusia.

“Ketika merancang sistem atau produk, manusia menjadi fokus utamanya. Semuanya harus disesuaikan dengan manusia yang terlibat dalam sistem kerja tersebut,” tandas Teguh.

Selain itu, mahasiswa TI juga dibekali manajemen logistik yang punya peran penting bagi perusahaan untuk masalah produksi, hingga ke tangan konsumen. Demikian juga industrial manajemen yang berkaitan dengan retail. “Usaha retail kini mengalami perubahan, dari mal sudah bisa berbasis online,” katanya. Sehingga dalam hal ini, TI-FTI UAJY berupaya menyesuaikan ilmu dengan perkembangan zaman.

Teguh berharap alumni TI-FTI UAJY setelah lepas dari kampus tidak diam dan puas dengan ilmu yang sudah diperoleh. Setidaknya belajar lebih banyak, menggali ilmu lebih banyak, untuk kemudian diaplikasikan ke masyarakat. “Semoga lulusan kami bisa berguna di masyarakat,” harapnya. (cr2/laz/mg1)