SLEMAN – Jajaran Ditresnarkoba Polda DIJ membongkar jaringan tembakaui gorila. Dalam operasi kali ini berhasil menyita 1,45 kilogram tembakau gorila. Per kilogram narkotika golongan I ini dihargai hingga Rp 25 juta.

Dirresnarkoba Polda DIJ Kombes Pol Wisnu Widarto mengungkapkan, penangkapan terjadi 26 Mei. Ada tiga tersangka utama, Annas Kautsar selaku pemilik, sementara Ade Nugraha Wiradenata dan Dani Satya Prawira selaku kurir. Ketiganya ditangkap di Pondok Hermoni Ringinsari Maguwoharjo, Depok, Sleman.

“Ditangkap setelah dilakukan pengintaian terhadap ketiganya. Transaksi melalui sosial media yaitu Instagram, termasuk mendapatkan barang. Dugaan sementara barang dari Jakarta,” jelasnya di Mapolda DIJ, (31/5).

Metode penjualan dengan menyamarkan jenis produk. Tembakau gorila berganti nama jadi Tembakau Arjuna saat dipasarkan. Begitu pula saat pengiriman, pelaku menyamarkan narkotika jenis baru ini menjadi suku cadang komputer.

Pengirimannya tetap melalui agen pengiriman formal. Tujuannya mengelabui jejak pemasaran terutama oleh kepolisian. Selanjutnya tembakau gorila dijual dalam kemasan 2,5 gram hingga 100 gram.
Dalam penangkapan ini disita pula sejumlah barang bukti lainnya. Di antaranya dua buah timbangan digital, satu gawai merk Xiaomi, alat penyemprot aroma dan satu alat press plastik. Sementara tembakau gorila telah dibungkus dalam berbagai ukuran sesuai pesanan.

“Harga per 100 gram Rp 5 juta kepada konsumen. Tersangka pemilik membeli dua kilogram sebelum dipecah jadi kemasan kecil. Sebagian sudah terjual ke pengguna. Ini yang masih kami lacak, pembeli dan penyuplai utamanya,” ujarnya. (dwi/ila/mg1)