JOGJA – Pengasuh Pondok PesantrenSoko Tunggal Semarang KHNurilArifin Husein atau yang akrab disapa Gus Nuril mengajak untuk menjaga tamansariIndonesia. Salah satunya dengan melawan segala paham radikalisme, yang sedang tumbuh subur saat ini. “Sejak zaman Nabi dulu sudah ada kelompok Khawarij. Mereka hafal Alquran penampilan sangat ahli ibadah, tetapi melakukan pembantaian sahabat,” ujar Gus Nuril dalam ngaji kebangsaan dan buka puasa bersama di Lapangan Nur Iman Mlangi Sleman Rabu (30/5).

Menurut Panglima Komando Patriot Garuda Nusantara (PGN) itu perilaku kaum Khawarij itu seperti kelompok radikal yang ada diIndonesiasaat ini. Gus Nuril mengatakan selain aksi bom bunuh diri, gerakan radikaljuga ingin mengubah ideologi Pancasila. Pria gondrong itu tegas mengatakan siapa saja yang ingin mengubah ideologi bangsa Indonesia adalah gerakan makar. PGN yang merupakan reinkarnasi Pasukan Berani Mati era Presiden Abdurachman Wahid itu, lanjut Gus Nuril siap memberantas. “Kami masih menunggu sikap presiden yang tegas memerintahkan aparat untuk membasmi kelompok radikal,” ungkapnya.

PGN tambah dia, juga berkeinginan membangun insan Pancasila yang cerdas dan bermanfaat untuk bangsa. Pancasila juga diminta tetap dijaga sebagai ruh pembangunan bangsa Indonesia.

Secara khusus Gus Nuril juga menyoroti terkait munculnya indikasi kelompok radikal di DIJ. Dia mengenang pengalamannya dulu tinggal di Jogja beberapa puluh tahun lalu, yang bebas nongkrong tanpa disekat perbedaan agama maupun mahzab. “Saya tidak rela jika munculnya kelompok radikal ini menghilangkan sifat intelektual Kota Pelajar dan Budaya ini,” tegasnya. (pra/din/mg1)