JOGJA – Pedagang daging di Pasar Beringharjo mengeluhkan terjadinya penurunan omzet penjualan. Hal tersebut ditengarai disebabkan permintaan yang semakin berkurang pada Ramadan.

Pemilik kios daging sapi Winarsih mengatakan harga daging sapi tidak mengalami kenaikan. Namun pembeli justru berkurang.

“Pada hari biasa saya bisa menjual 20 kilogram daging sapi per hari. Pada bulan puasa ini hanya laku 10 kilogram saja,” keluh Winarsih.

Dia mengungkapkan, kebanyakan pembeli adalah tukang bakso. Mereka kebanyakan tidak berjualan pada siang hari.

“Biasanya tukang bakso membeli daging sapi 5 kilogram. Saat puasa Ramadan henya membeli 2 kilogram daging saja,” ujar Winarsih.

Kondisi yang sama terjadi pada penjualan daging ayam. Partini yang membuka kios daging ayam di Beringharjo mengatakan sejak 29 Mei harga daging ayam naik sebesar Rp 2.000.

Akibat kenaikan harga tersebut penjualan daging ayamnya mengalami penurunan. “Namun tidak sebanyak penurunan pembelian pada daging sapi,” kata Partini.

Dia mengungkapkan kalau hari biasa bisa menjual 60 ekor ayam potong. Sedangkan pada bulan puasa ini hanya menjual sekitar 50 ayam potong.

“Pada bulan puasa ini saya harus membuka kios sampai sore. Sebab pembeli daging ayam membeli di sore hari untuk hidangan berbuka puasa,” kata Partini. (cr5/iwa/mg1)