PURWOREJO-Momentum Lebaran dimanfaatkan perajin batik tulis Purworejo, Ganjar Widiyantoro. Dari tangannya, kain-kain mori panjang itu diubah menjadi sajadah cantik dengan motif utama baik.

Diakuinya, niat membuat sajadah batik itu hanyalah iseng. Dibuat menyerupai sajadah umumnya, karya batik ini nyatanya lebih terkesan elegan dan tidak kaku.”Memang butuh waktu. Meskipun tidak lama karena ukurannya tidak besar,” kata Ganjar Rabu (30/5).

Disebutnya dengan sajadah motif masjid, Ganjar menuangkan dua gambar utama yang ditempatkan di bagian atas dan bawah.Di bagian atasnya merupakan gambar pemandangan masjid secara umum. Sementara yang bawah ditempatkan bagian dalam masjid.

Dengan pewarnaan yang menarik, dengan penggambaran batiknya ditempatkan memutar sepanjang sajadah, gambaran yang diperlihatkan sangat menarik dan cantik. Dia juga memainkan warna sehingga antara sajadah yang satu dengan yang lain bisa berubah. “Saya garap semuanya dengan konsep tulis. Kenapa, karena ini memang produksi eksklusif yang kami rilis selama Ramadan,””jelas guru SLBN Purworejo ini.

Dikatakannya, masyarakat memberikan respons positif atas produk yang dihasilkannya. Terbukti, hanya memanfaatkan nomor teleponnya saja, sudah banyak pesanan yang masuk.Karena gambar sajadah ini memang dia pasang di profil WA dan Instagram.

Disinggung soal harga, Ganjar tidak mau secara terbuka menyebutkannya. Hanya saja, harga yang diberikan cukup bersahabat. “Menurut mereka yang sudah ambil, selain akan digunakan untuk sendiri, rata-rata akan digunakan sebagai pengganti kartu ucapan lebaran,”
katanya. (udi/din/mg1)