SLEMAN – Kapolda DIJ Brigjen Polisi Ahmad Dofiri memastikan tidak ada aksi penggalangan massa besar-besaran pada 1 Juni di titik nol kilometer.

Hal ini dipastikan setelah adanya pertemuan seluruh penyelenggara aksi di Hotel Merapi Merbabu Seturan, Rabu malam (31/5). Ini sekaligus menjawab beredarnya pesan berantai meresahkan di kalangan masyarakat.

Jenderal bintang satu ini menjamin aktivitas tetap berjalan normal. Untuk itu dia mengimbau masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa. Termasuk menghiraukan jika ada pesan berantai yang meresahkan.

“Setelah pertemuan malam ini (Rabu malam) semua pihak sepakat untuk tidak mengadakan kegiatan di titik nol kilometer. Hanya untuk acara wayangan di Monumen SO1M tetap berlangsung, begitu pula acara Slank di UGM,” jelasnya.

Meski begitu ada sejumlah catatan atas penyelenggaran aksi. Aksi Bela Pancasila tetap berlangsung namun berlokasi di Stadion Kridosono. Sementara untuk Aksi Bela Bangsa diundur 3 Juni.

Berdasarkan catatan, Aksi Bela Pancasila merupakan momentum tahunan. Namun penyelenggaran waktu dan lokasi bertepatan dengan Aksi Bela Bangsa. Dalam musyarawah malam itu disepakati tetap berlangsung namun ada perubahan lokasi.

“Intinya masyarakat tidak usah khawatir karena seluruh penyelenggara telah sepakat dan legowo. Sehingga saya menjamin Jogjakarta tetap kondusif,” katanya.

Danrem 072/Pamungkas Brigjen M Zamroni siap mem-backup penuh Polri. Dia membenarkan agenda dua penyelenggara di titik nol kilometer dibatalkan. Dia juga mengapresiasi hasil keputusan dari dua penyelenggara yang memilih untuk membatalkan agenda 1 Juni.

“Keduanya mau menjadwal ulang dengan komunikasi yang baik. Membuktikan bahwa masyarakat Jogjakarta sudah dewasa dan saling memahami,” ujarnya. (dwi/ila/mg1)