Kelenjar tiroid terletak di leher depan bawah. Hormon tiroid diperlukan menjaga kelangsungan metabolisme dan iodin dalam pembentukannya. Wanita hamil, ibu menyusui, anak usia kurang dari dua tahun rentan terhadap kekurangan iodin.

Ini bisa menimbulkan gangguan pada hormon tiroid. Hormon tiroid diperlukan untuk perkembangan jaringan saraf pada awal kehamilan. Wanita hamil dan menyusui memerlukan tambahan iodin sebesar 250 mikrogram per hari. Asupan tinggi iodin dari makanan bisa diperoleh dari ikan air laut, telor, roti, susu, dan ikan air tawar.

Kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroid) dan tidak terdeteksi sampai awal trimester pertama kehamilan dapat menyebabkan penurunan fungsi intelektual dan kognitif verbal serta nonverbal di awal masa kanak-kanak, defek psikomotorik, bahkan retardasi mental. Hipotiroid pada wanita dapat menurunkan kesuburan. Sedangkan pada wanita hamil menimbulkan risiko komplikasi lebih tinggi seperti abortus, lahir mati, hipertensi pada kehamilan, dan perdarahan pascapersalinan.

Selain hipotiroid, wanita hamil dapat juga mengalami kenaikan kadar hormon tiroid (hipertiroid) yang disebabkan karena penyakit grave’s, persalinan, bedah sesar dan infeksi. Gejala hipertiroid tidak mudah dikenali pada wanita hamil. Sebab, pada wanita hamil terdapat kenaikan laju metabolisme, sehingga yang perlu diperhatikan adalah kenaikan berat badan yang rendah selama hamil dengan nafsu makan yang baik dan tremor.

Tirotoksikosis yang tidak diobati secara adekuat meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, gagal jantung kongestif, dan lahir mati.

Pengukuran kadar hormon tiroid perlu dilakukan pada wanita dengan faktor resiko gangguan fungsi tiroid, seperti DM tipe I, infertilitas, gejala hiper/hipotiroid, riwayat keguguran dan prematuritas. (*/mg1)