MAGELANG – Kurang dari 100 hari penyelenggaraan Asian Games 2018, sosialisasi terkait even olahraga negara-negara Asia terus digencarkan. Hal itu setelah Presiden Jokowi sempat menyentil Kemenpora bahwa gaung Asian Games belum banyak terasa di masyarakat.

Oleh karena itu, Menpora Imam Nahrawi Selasa (29/5) mendatangi sejumlah objek wisata, baik di Jogjakarta maupun di Kabupaten Magelang. Di Jogjakarta, Menpora mendatangi objek wisata Tebing Breksi di Sambirejo, Prambanan, Sleman. Sementara di Magelang, ia mengunjungi Candi Borobudur.

Di Tebing Breksi, ia bersama kelompok komunitas jip Imam menyosialisasikan Asian Games. Sebanyak 35 mobil jip diberikan stiker tentang penyelenggaraan Asian Games. Para driver juga diajak untuk ikut mengenalkan even itu kepada para wisatawan.

Sebelum waktu berbuka puasa, Menpora berkeliling dengan jip menyapa masyarakat dan membagikan kaus. Menjadi driver sebuah jip warna merah, politisi PKB itu duduk bersama Aries Susanti Rahayu, peraih medali emas Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Tiongkok belum lama ini.

Dia berharap semua masyarakat menyambut gembira Asian Games karena menjadi momentum besar bagi Indonesia. Dulu tahun Indonesia menjadi penyelenggara tahun 1962, sekarang 2018. “Waktu masih ada, kami ajak masyarakat mendoakan atlet kita yang akan mempertaruhkan martabat Indonesia di kancah internasional,” kata Imam.

Terkait persiapan Asian Games, dia mengatakan venue terus dikebut. Bersama dengan persiapan atlet dan sosialisasi kepada masyarakat. “Promosi terus kami berjalan. Di manapun, di perayaan Waisak dan tempat ibadah, kami juga mengajak masyarakat berdoa Asian Games sukses penyelenggaraan, prestasi, administrasi dan ekonomi,” tuturnya.

Siang sebelumnya, Menpora datang ke perayaan Waisak di Borobudur untuk menyosialisasikan Asian Games 2018. Menpora meminta didoakan Indonesia saat menjadi tuan rumah Asian Games dan Asian Paragames pada Agustus mendatang. “Doakan, semoga para atlet Indonesia bisa memberi kabar terindah berupa prestasi terbaik dan medali terbanyak,” ujarnya.

Sementara itu, sekitar 100 orang peserta International Conference on ASEAN Buddhist Youth (ICABY) datang ke Candi Mendut. Mereka juga ikut prosesi arak-arakan api dharma dan air suci yang telah disemayamkan di Candi Mendut ke Candi Borobudur, berbaur dengan para umat Budha lainnya. Mereka dilepas Menpora Imam Nahrawi didamping Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

“Sejak tahun 2017 pemerintah bertekad, agar pada 29 Mei 2018 ada anak-anak muda beragama yang menyampaikan soal perdamaian, cinta kasih dan toleransi. Karena ke depan, mereka yang akan menjaga perdamaian tersebut,” kata Nahrawi.

Sebelum dilepas, para pemuda Budha dari negara-negara ASEAN tersebut ikut dikenalkan kepada umat Budha di Candi Mendut, oleh Nahrawi. Selain dari negara ASEAN, mereka juga dari 15 negara lainnya seperti Jepang, Afghanistan, India, Tajikistan, Azerbaijan, Madagaskar, Korea Selatan, Kazakhstan, Pakistan, Turki, Ukraina, Algeria, Bangladesh, Polandia dan Slovakia. Masih ditambah dengan perwakilan pemuda-pemuda Buddha terbaik dari 34 provinsi di Indonesia. (dem/riz/din/laz/mg1)