KLANGON (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

SLEMAN – Tak kurang 40 pengungsi di barak Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman telah dipulangkan sejak Senin (28/5) pagi. Kades Glagaharjo Suroto mengatakan, para pengungsi memberanikan diri kembali ke rumah masing-masing setelah mendapat suntikan psikologis dari mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono dua hari lalu. “Sebenarnya boleh pulang sejak Senin (27/5), tapi karena sudah sore dan belum ada persiapan, makanya baru pagi ini para pengungsi diperbolehkan

TLOGO PUTRI (HERPRI YANTO/RADAR JOGJA)

pulang,” kata Suroto kemarin.

Pertimbangan radius aman lebih tiga kilometer dari puncak Merapi yang diterbitkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIJ, serta kondisi terkini Merapi turut membuat warga lebih tenang saat pulang. “Tapi kami tetap siaga di balai desa sampai status Merapi kembali normal,” ucapnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengerahkan lima armada untuk mengangkut para pengungsi kembali ke kampung halaman.

PULANG KAMPUNG (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

Kabid Logistik dan Kedaruratan Makwan mengatakan, rumah para pengungsi berada di jarak aman jika terjadi letusan minor. Kendati demikian, Makwan mewanti-wanti warga lereng Merapi supaya tidak terlena dengan kondisi terkini Merapi. “Intinya tetap harus siap dan waspada,” pinta Makwan.

Sementara itu, denyut pariwisata lereng Merapi kemarin juga mulai tampak bergeliat. Meski Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) belum memberikan lampu hijau operasional objek wisata di kawasan terdampak erupsi, beberapa turis nekat berwisata di area lava tour kemarin. Tak sedikit di antaranya adalah wisatawan mancanegara (wisman).

(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

“Mayoritas wisman asal Tiongkok, Malaysia, dan Singapura yang saya antar keliling Merapi beberapa hari terakhir ini,” ungkap Diana Rama, salah seorang pengemudi jip wisata lava tour, di kawasan Batu Alien kemarin.

Salah seorang wisatawan asal Jakarta Agus Mulyono mengaku mahfum dengan situasi Merapi terkini. Namun, rasa penasaran mengalahkan ketakutan untuk melihat kondisi Merapi dari dekat. Dia bahkan membawa serta keluarganya mengunjungi Batu Alien. “Guide-nya bilang aman,” bebernya.

Kepala Balai TNGM Ammy Nurwati mengatakan, keputusan menutup objek wisata kawasan Merapi tetap berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Setidaknya ada empat objek wisata di Jogjakarta yang ditutup. Yakni, Tlogo Nirmolo dan Tlogo Muncar di Kaliurang, Hargobinangun, Pakem serta Plunyon dan Panguk di Cangkringan.

“Asal tak masuk Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo tidak apa-apa. Makanya gerbang dua objek wisata itu kami gembok agar tak ada yang nekat masuk,” tegasnya.

Di sisi lain, hingga kemarin masih ada penambang yang nekat mengais pasir di lereng Merapi. Area penambangan Kali Gendol yang berada di luar radius tiga kilometer dari puncak menjadi alasannya.

“Mau bagaimana lagi, hanya pasir dan batu yang bisa saya jual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkap Sardi,61, warga Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan. Dia mengakui jika Kaliadem termasuk kawasan yang tak disarankan pemerintah untuk ditambang pasrinya. “Yang penting lihat cuaca dan kondisi. Biasanya hanya pagi sampai siang saya menambang,” dalihnya. (cr4/dwi/yog/mg1)