GUNUNGKIDUL – Penambahan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tampaknya harus menjadi prioritas Pemkab Gunungkidul. Sebab, jumlah LPJU masih sangat minim. Kondisi tersebut sering menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas.

Di antara titik yang minim LPJU adalah jalur Taman Hutan Raya (Tahura) Gading, Playen. Dari pantauan, jalur sepanjang tiga kilometer itu minim LPJU. Terutama setelah pintu masuk hutan. Nyaris tak ada LPJU.

“Kalau pun ada LPJU, tapi kondisinya mati,” keluh seorang pengguna jalan Antok Selasa (29/5).

Selain kecelakaan lalu lintas, gelapnya ruas jalan di jalur Tahura juga kerap memicu aksi kriminalitas. Menurutnya, tak jarang pelaku kejahatan memanfaatkan kondisi ini untuk melancarkan aksinya. Seperti pelaku penjambretan dan pelecehan seksual.

“Beberapa waktu lalu pernah terjadi,” ucapnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Syarief Armunanto mengungkapkan, penanganan LPJU tak sepenuhnya menjadi kewenangan pemkab. Sebab, ada sebagian LPJU yang menjadi kewenangan pemprov dan pemerintah pusat. Kendati begitu, bekas kepala Bappeda ini berkomitmen bakal memeriksa sekaligus memperbaiki LJPU yang menjadi kewenangannya.

“Paling tidak H-7 Lebaran harus selesai,” ujarnya.

Dikatakan, target penuntasan optimasilasi LPJU sebelum H-7 Lebaran demi kenyamanan pemudik. Sebab, setelah H-7 berpotensi terjadi peningkatan jumlah kendaraan. Menyusul arus mudik.

“Kami juga akan buka jalur alternatif untuk pemudik,” katanya.

Terkait sejumlah titik yang masih minim LPJU, Syarief tak menutup mata. Namun, Syarief membeberkan, pengadaan LPJU yang akan dipasang di sejumlah jalan kabupaten menghadapi sejumlah kendala. Antara lain, keterbatasan anggaran dan belum terjangkaunya jaringan listrik di jalur alternatif. (gun/zam/mg1)