JOGJA ­ Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIJ menggugurkan pencalonan bakal calon anggo­ta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Suka­biwata. Penyebabnya, karena tidak memenuhi persyaratan.

Setelah dilakukan penelitian administrasi (Litmin) berkas dukungan, jumlah yang disam­paikan kurang dari 2.000 dukungan. Padahal angka tersebut merupakan jumlah minimal peryaratan.

“Setelah kami lakukan Litmin, kami nyatakan berkas dukungan Pak Suka (Sukabiwata) tidak memenuhi syarat minimal dukungan,” ujar Ketua KPU DIJ Hamdan Kurniawan di KPU DIJ kemarin (28/5).

Dengan hasil tersebut, total hanya 13 bakal calon senator DPD yang berhak melanjutkan ke proses verifikasi faktual pada 30 Mei hingga 19 Juni. Sebelumnya, total ada 17 orang yang akan mendaftar, namun dua orang tidak me­ngembalikan berkas.

Dari 15 orang yang sudah memasukkan ber­kas, delapan dinyatakan memenuhi syarat dan tujuh tidak memenuhi syarat.

Berkas dukungan Sukabiwata yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, jelas Hamdan, sudah sesuai dengan hasil klarifikasi di lapangan. Hamdan mencontohkan seperti saat menda­tangi warga yang berkasnya disertakan men­dukung, tapi ketika didatangi mengaku tidak mendukung.

Begitu pula kroscek berkas dukungan yang diketahui merupakan penyelenggara negara yang masih aktif. Saat mendaftar Sukabiwata memasukkan berkas dukungan sebanyak 2.169.

“Setelah kami lakukan pencoretan berkas yang tidak memenuhi syarat, jumlah dukungan tidak mencapai minimal 2.000,” kata Hamdan.

Saat proses verifikasi faktual, lanjut Hamdan, nantinya akan melibatkan petugas KPU kabupa­ten dan kota serta panitia pemutakhiran data pemilih (Pantarlih). Saat verifikasi faktual nanti, petugas akan mendatangi langsung ke rumah­ru­mah warga yang menyatakan dukungannya.

“Tiap kabupaten dan kota kami ambil sampel 10 persen,” ujar Hamdan.

Berbeda dengan saat Litmin pada verifikasi faktual nanti warga yang didatangi akan lang­sung ditanyakan mendukung atau tidak. Ter­masuk jika yang bersangkutan tidak berada di rumah bisa dilakukan melalui video call.

Hamdan menjelaskan jika dalam tahap verifi­kasi faktual nanti masih memungkinkan berku­rangnya bakal calon senator asal DIJ. Apalagi jika saat verifikasi faktual jumlah dukungan berkurang.

“Mungkin (bakal calon) tetap atau berku­rang. Kalau tambah tidak mungkin,” tegas Hamdan. (pra/iwa/er/ong)