GUNUNGKIDUL-Memasuki musim kemarau harus masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Terutama terhadap ancaman kebakaran. Sebab, kondisi saat musim kemarau rentan terhadap kebakaran.

Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Gunungkidul Diyono. Dia mengatakan, potensi kebakaran saat musim kemarau cukup besar. Berdasarkan data UPT, peristiwa kebakaran cenderung mengalami peningkatan. Sebut saja pada 2017. Angka kebakaran selama musim kemarau mencapai 19 kasus.

“Pada bulan ini sudah ada lima kasus kebakaran,” jelas Diyono saat dihubungi Minggu (27/5).

Dikatakan, kebakaran selama musim kemarau tidak hanya menyasar rumah. Melainkan juga hutan. Dedaunan kering mudah terbakar bila tersulut sumber api. Kendati begitu, Diyono mencatat sebagian insiden kebakaran terjadi akibat keteledoran. Seperti lupa mematikan kompor.

“Juga ada yang karena korsleting listrik,” ucapnya.

Oleh karena itu, Diyono mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tingginya potensi angka kebakaran. (gun/zam/mg1)