SLEMAN – Sejumlah pengungsi lanjut usia (lansia) di Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, mulai mengeluhkan kondisi kesehatannya. Mayoritas para pengungsi yang berusia di atas 60 tahun itu mengalami kelelahan. Berdasarkan pemeriksaan Dokkes Polres Sleman, sedikitnya ada 12 lansia mengalami myalgia atau pegel linu.

Salah seorang warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Rejoyoso memiliki masalah dengan sendi lutut kaki. Nenek usia 80 tahun ini mengaku sempat terjatuh beberapa tahun lalu. Hanya saja saat berada di pengungsian, rasa sakit di lututnya kerap terasa.

“Dulu pernah jatuh, tapi sudah diobati. Ini sakitnya kumat lagi, mungkin karena kurang bergerak. Badan juga sudah terasa pegel linu, sebenarnya ingin pulang tapi tetap menunggu kabar terbaru,” ujar Rejoyoso saat diitemui di Balai Desa Glagaharjo, Sabtu (26/5).

Lima hari berada di pengungsian membuat ia sedikit bosan. Meski sudah tidak bekerja, perempuan sepuh ini kerap merawat cucunya. Kegiatan inilah yang sering dilakukan saat berada di rumahnya, Kalitengah Lor.

“Mengungsi sama anak dan cucu. Tapi kalau siang anak saya kembali ke rumah, saya tetap di sini. Tempat pengungsian sudah bagus, makan juga baik. Kebetulan tidak ikut puasa, karena ada sakit lambung,” katanya.

Warga lainnya, Wijiyono, 67, memiliki keluhan gatal tenggorokan. Selain itu warga Kalitengah Lor ini juga menderita batuk dan flu. Imbasnya, dia mengaku serak saat berbicara. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari setelah mengungsi.

Dia menyambut baik momentum pemeriksaan oleh Dokkes Polres Sleman. Saat pemeriksaan ini Wujiyono meminta obat dan vitamin. Meski secara fisik tidak mengalami kelelahan, namun ia berharap bisa segera kembali ke rumah.

“Rasanya serak, ada rasa gatal di tenggorokan. Kalau badan biasa saja, tidak kedinginan juga tidak kepanasan. Semoga cepat normal lagi, agar bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Perwira Urusan (Paur) Kesehatan Polres Sleman Rini Wuryani memastikan, penyebab sakit bukan karena mengungsi. Hampir seluruh pengungsi lansia tercatat memiliki riwayat sakit. Berdasarkan pemeriksaan timnya, para pengungsi mengalami kelelahan.

Adanya sakit tenggorokan, batuk dan flu diduga suhu dingin. Untuk mengantisipasi, Rini meminta pemerintah desa memperbanyak selimut. Di samping itu juga tetap memperhatikan asupan gizi, terutama bagi lansia dan balita.

“Belum sampai ada yang rekomendasi rujuk. Mayoritas memang kelelahan, mungkin karena sudah lama di pengungsian. Penuhi gizi makanan, lalu warga juga harus pakai masker untuk menghindari masalah tenggorokan,” pesannya. (dwi/laz/mg1)